Hasyim Muzadi Tak Rela Pemerintah Legalkan Playboy
Selasa, 31 Jan 2006 13:53 WIB
Jakarta - Bukan sekali ini KH Hasyim Muzadi mengomentari rencana penerbitan Playboy Indonesia. Rasa kesalnya memaksa ia terus melancarkan protes. Dia benar-benar tak rela Playboy dilegalisasi pemerintah."Saya menolak karena pornografi dan pornoaksi sudah nyata merusak masyarakat. Kok mau ditambahi lagi dengan legalisasi oleh pemerintah!" cetusnya dalam jumpa pers usai Istiqotsah PBNU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (31/1/2005).Dia juga sangat menyesalkan sikap pemerintah yang merasa tidak punya hak untuk menolak. Pernyataan itu dianggap fatalistik. "Tidak boleh pemerintah ngomong seperti itu," tandasnya. Untuk mengganjal masuknya Playboy, Ketua PBNU itu tidak tinggal diam. Dia mengaku sudah menyampaikan surat ke DPR dan anggota-anggota DPR dari NU sudah diberitahu. "Kita juga sudah kirim surat kepada menteri dan kita akan gerakkan rakyat kalau nanti majalah itu terbit," tegasnya.Diakui Hasyim, saat ini memang banyak media syur yang beredar luas di masyarakat dan tidak ada larangan sama sekali."Tapi nggak ada yang dilegalisir. Yang selama ini sudah keterlaluan kok mau ditambah lagi!" cetusnya.Padahal baginya pornografi ibarat pisau bermata dua. Mata pertama untuk mendemoralisasi bangsa Indonesia dan mata kedua sebagai industri. "Jadi sekarang melawan pornografi itu seperti melawan uang!" tandas Hasyim.
(umi/)











































