Warga Kampung Pulo Ragu Pindah ke Rusun
Selasa, 31 Jan 2006 12:43 WIB
Jakarta - Meski setiap tahun menjadi langganan banjir, warga Kampung Pulo kurang antusias jika harus dipindahkan ke rumah susun (rusun). Mereka takut harus mengeluarkan uang banyak. Padahal penghasilan yang diperoleh setiap harinya pas-pasan."Saya nggak mampu kalau harus bayar lagi. Penghasilan saya pas-pasan banget," kata Jufri (35), warga RT 13 RW 02, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara saat ditemui detikcom, Selasa (31/1/2006).Meski terus diterjang banjir, aku Jufri, ia lebih senang tinggal di rumahnya sekarang. Karena lokasi rumahnya dinilai strategis."Lagi pula kalau rusun belum tentu cocok, dan di sana juga tidak ada halaman seperti di sini," kilahnya sambil membereskan barang-barangnya yang terendam air hingga semeter pada Senin malam.Namun, jika pemerintah DKI Jakarta ngotot dan mereka digusur, Jufri minta agar mereka bisa mendapatkan ganti rugi yang layak sesuai harga bangunan mereka. Hal senada juga dikemukakan Hajjah Maisaroh (45) yang tinggal di Gang Anwar II, RT 12 RW 02."Kalau masalah rusun, kami hanya khawatir tidak mampu saja untuk membiayai sewa atau untuk membeli rusun itu. Kami sih nggak keberatan digusur asal ganti ruginya sesuai," katanya.Saat mengunjungi korban banjir Kampung Pulo pada Selasa pagi, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menawarkan untuk merelokasi warga ke rusun.Sutiyoso berjanji akan mencari lahan untuk rusun yang tidak jauh dari lokasi rumah warga jika warga setuju dengan relokasi tersebut.Relokasi diharapkan bisa memberi kenyamanan bagi warga Kampung Pulo yang setiap tahun dilanda banjir. Buat Sutiyoso anggaran rusun tidak ada masalah. "Kita sudah proyeksikan. Punyalah!" cetusnya.Rusun tersebut diharapkan bisa menampung warga di 78 titik banjir.
(umi/)











































