Anak Cacat Korban SUTET Ikut Berdemo
Selasa, 31 Jan 2006 11:40 WIB
Jakarta - Tak berhenti pada aksi jahit mulut dan mogok makan yang dilakukan orang dewasa, anak-anak cacat korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) pun akan merambah aksi demo pada pukul 12.00 WIB di posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro 58, Jakarta. "Mereka datang mungkin sekitar 6 anak korban SUTET," kata koordinator aksi korban SUTET, Mustar Bonaventura kepada detikcom, Selasa (31/1/2006).Keenamnya, menurut Mustar, umumnya mengalami cacat tubuh seperti lumpuh, gagu, dan lahir tuna daksa (cacat tubuh tanpa tangan dan kaki). Mereka datang dari dua desa, Waringin Jaya Bojong dan Sukasari, Bogor, Jawa Barat. "Umumnya lahir pada tahun 1996," tandas Mustar.Alasannya, pada tahun inilah dibangun menara SUTET di beberapa tempat itu. Ditambahkan Mustar, mereka cacat sebagai sebab dari adanya efek pembangunan tower SUTET. "Biar obyektif. Setelah ada SUTET baru muncul penyakit yang diderita anak-anak juga," tambahnya.Selain demo anak-anak korban SUTET, Mustar menambahkan, pada pukul 12.00 WIB juga akan dilakukan cek medis bagi aktivis yang menjalani aksi mogok makan dan jahit mulut.
(wiq/)











































