Hasyim: Pemimpin Jangan Mainkan Lagi Nasib Rakyat
Selasa, 31 Jan 2006 02:56 WIB
Jakarta -
Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta para pemimpin negeri ini tidak lagi bermain-main dalam menjalankan amanat rakyat. Sebab, selama ini para pemimpin bangsa ini belum sepenuhnya menjalankan amanat rakyat. "Kita ingin mengetuk hati para pemimpin, jangan bermain-main lagi dengan nasib rakyat karena saat ini pemimpin hanya membangun imejnya saja," kata Hasyim di sela acara selamatan dan refleksi 80 tahun NU di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2006) malam.Menurut Hasyim, bencana yang bertubi-tubi melanda negeri ini merupakan peringatan dari Tuhan. Peringatan ini merupakan balasan kesalahan kolektif dari seluruh elemen bangsa ini. "Bangsa ini punya dosa kolektif. Mari kita perbaki diri kita masing-masing," imbau Hasyim.Dalam usia ke 80 ini, NU menurutnya akan terus berusaha melayani masyarakat. Langkah kongkret yang akan dilakukan adalah PBNU akan menandatangani MoU dengan PP Muhammadiyah untuk berjuang bersama-sama membangun bangsa yang lebih baik. Nota kesepatakatan itu akan diteken pada 2 Februari mendatang. Tampak hadir dalam acara ini sejumlah politisi antara lain Muhaimin Iskandar, Kwik Kian Gie, Fuad Bawazier, mantan Menteri Agama Tolchah Hasan. Hadir pula seluruh Pengurus PBNU serta ratusan warga NU Jakarta. Rangkaian acara peringatan hari lahir NU ini akan dilanjutkan dengan istighosah kubro di Masjid Istiqlal pada Selasa, (31/1/2006) besok.
(ton/)










































