Noordin M Top Bajak Pesawat Airbus di Bali
Selasa, 31 Jan 2006 00:43 WIB
Denpasar -
Pesawat airbus seri A 330-300 dengan nomor penerbangan GA 707 rute Jakarta-Brisbane dibajak 6 orang teroris di Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban, Bali. Namun, aksi yang dipimpin Noordin M Top itu berhasil digagalkan 31 personel Satuan 81 Kopassus.Eits, aksi pembajakan ini bukanlah kejadian sungguhan melainkan simulasi pembebasan sandera dalam pesawat. Aksi ini berlangsung di Landas Pacu, Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Selasa (31/1/2006) pukul 00.00 Wita.Dalam aksi pembebasan ini, turut dilibatkan pula sejumlah personel Polri, petugas keamanan bandara, imigrasi, kesehatan dan pemadam kebakaran. Simulasi ini ikut ditonton Danjen Kopassus Mayjen Syaiful Rizal, KSAD Jenderal Djoko Santoso, dan Kapolda Bali Irjen Pol Sunarko.Ceritanya, pesawat milik Garuda itu take off dari Jakarta menuju Brisbane, Australia. Namun, di tengah perjalanan, para teroris meminta pesawat berpenumpang 200 orang itu mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Dalam aksinya, 6 orang teroris ini meminta rekannya yang sedang ditahan di Jakarta untuk dibebaskan. Akhirnya, pesawat mendarat di Bali. Setelah 2 hari melakukan negosiasi, 31 pasukan Kopassus melakukan penyerbuan ke dalam pesawat. Aksi penyerbuan ini mendapat perintah langsung dari Presiden. Alhasil, aksi tembak menembak berlangsung seru. Akhirnya, apart berhasil melumpuhkan para teroris dan membebaskan para sandera.Guna menghindari adanya kawanan teroris yang menyusup dalam penumpang, sejumlah personel polisi dan petugas imigrasi melakukan pengecekan data kepada penumpang. Namun, operasi ini menyisakan kepedihan. Sebab, 1 orang sandera tewas dan 1 penumpang lainnya luka-luka. Sedangkan dari kelompok teroris, 1 orang tewas. Simulasi ini memang sengaja dilakukan di Bali. Danjen Kopassus Mayjen TNI Syaiful Rizal mengatakan dipilihnya Bali karena merupakan tujuan wisata dan kerap dilintasi pesawat penerbangan asing.
(ton/)










































