Virus Polio Liar Masih Ancam Balita di Sejumlah Provinsi

Virus Polio Liar Masih Ancam Balita di Sejumlah Provinsi

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 18:43 WIB
Jakarta - Meski pemerintah sudah menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) I-III, ancaman virus liar polio belum juga hilang. Virus tersebut masih mengintip di sejumlah provinsi.Hasil temuan Organisasi Kesehatan Internasional (World Health Organization/WHO) menunjukkan ancaman virus polio liar di Jawa Tengah, Jawa Timur, NAD, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung.Atas imbauan WHO, pemerintah pun menggelar sub PIN di 57 kabupaten yang ada di provinsi-provinsi tersebut, Senin (30/1/2006) ini."Ini dilakukan agar target Indonesia bebas polio tahun 2008 bisa tercapai," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun.Hal ini disampaikan dia usai raker antara Menkes Siti Fadilah Supari dengan Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (30/1/2006).Sub PIN polio diberikan kepada 162.775 balita. Untuk biaya sub PIN dibantu UNICEF sebesar Rp 14,476 miliar. Sedangkan sisanya ditanggung pemerintah. Vaksin yang diberikan untuk balita di provinsi tersebut mencapai 3 juta dosis.Sementara itu, rencananya pemerintah akan menggelar PIN IV pada 27 Februari dan PIN V pada 12 April. Dana untuk kedua putaran itu mencapai Rp 230 miliar. "Nanti setelah itu untuk kelanjutannya kita akan menunggu penilaian dari WHO," kata dia.Raker MenkesSementara itu raker antara Menkes dengan Komisi XI DPR menyimpulkan Komisi XI DPR dan Depkes akan berkoordinasi dengan departemen terkait agar PP 28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan disempurnakan sesuai dengan ketentuan UU yang mengaturnya, yaitu UU 27/1966 tentang Pangan dan UU 3/1992 tentang Kesehatan.Komisi XI juga meminta Depkes agar kesehatan ibu dan anak yang merupakan satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia benar-benar dilakukan dengan baik.Komisi XI minta agar Depkes melakukan koordinasi yang baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Komisi XI juga memandang perlu dilaksanakan raker dengan Menkes, Menakertrans, Mendiknas, dan Menneg PAN untuk membahas masalah kesehatan, khususnya tenaga dokter dan perawat.Komisi XI juga minta agar Depkes melakukan penelitian agar ditemukan bahan pengawet yang tidak berbahaya untuk kesehatan yang murah dan mudah diperoleh. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait