Danlanud Pekanbaru Bantah Terima Korupsi APBD Kampar

Danlanud Pekanbaru Bantah Terima Korupsi APBD Kampar

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 18:05 WIB
Pekanbaru - Disebut-sebut Pangkalan TNU AU Pekanbaru kecipratan Rp 210 juta dalam kasus dugaan korupsi APBD Kampar Rp 14,3 miliar. Namun pembagian dana dari pos tidak tersangka itu, dibantah keras pihak TNI AU Pekanbaru. "Secara institusi Lanud Pekanbaru sama sekali tidak menerima dana dari APBD Kampar. Kita juga bingung, dalam rangka apa Lanud Pekanbaru menerima dana tersebut. Sungguh, kami tidak menerima dana apa pun dari APBD Kampar itu," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Pekanbaru, Kol Penerbang Bonar Hutagaol. Ungkapan itu sekaligus menepis hasil audit Bawasda Kampar yang menyebutkan dalam pos anggaran tidak terduga Rp 14,3 miliar, Lanud Pekanbaru sebut menerima dana sebanyak Rp 201 juta. Bonar mengaku terkejut atas pemberitaan media massa yang menyebut instansi yang dia pimpin kecipratan dana dari APBD Kampar. Menyangkut hal itu, secara interen Bonar telah memanggil sejumlah perwira di lingkup TNI AU Pekanbaru. "Pemanggilan itu saya lakukan untuk mencari kebenaran apakah benar atas nama Lanud Pekanbaru kita menerika dana bantuan dari APBD Kampar. Tapi, ternyata kami tidak menerimanya," kata perwira menengah yang dikenal dekat dengan wartawan ini. Kendati secara institusi Lanud Pekanbaru tidak menerima dana bantuan dari APBD Kampar, menurut Bonar, bukan tidak mungkin adanya oknum TNI AU yang melibatkan institusi. "Mungkin saja ada oknum-oknum yang mengatasnamakan lingkup kita. Tapi secara institusi kami tidak menerima," tegas Bonar lagi. Melihat masalah dugaan korupsi APBP Kampar ini sudah menjadi pemberitaan di media massa, menurut Bonar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Riau karena kasus korupsi itu ditangani Polda Riau. "Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda Riau untuk mengusut tuntas siapa oknum di lingkup kami yang menerima dana tersebut. Ini perlu kita lakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Semua harus terbuka," kata Bonar. Hasil audit Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kabupaten Kampar, dana tidak tersangka Rp 14,3 miliar itu dibagikan kepada lembaga tinggi negara dan instansi pemerintah di tingkat provinsi sampai di Kabupaten Kampar. Lanud Pekanbaru disebut salah satu penerima dana sebanyak Rp 201 juta. Dana itu dikeluarkan oleh Sekda Kampar, Zulher. Saat ini Zulher ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi APBD Kampar dan telah ditahan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads