Kejagung: 13 Manajer Investasi di Kasus Jiwasraya Selesai Akhir Tahun

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 22:28 WIB
Gedung Bundar Kejaksaan Agung
Gedung Bundar Kejagung (Ari Saputra/detikcom)

Sebelumnya, Kejagung menetapkan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman, sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya.

"Telah menetapkan tersangka atas nama Piter Rasiman selaku pihak Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Hari menerangkan Piter diduga berafiliasi melakukan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Jiwasraya. Mereka ialah Joko Hartono Tirto dan Heru Hidayat.

"Adanya hubungan bersama melakukan tindak pidana korupsi dengan para tersangka atau terdakwa yang sudah disidangkan. Tersangka ini diduga melakukan kerja sama dengan terdakwa, antara lain Joko Hartono Tirto dan Heru Hidayat," ujar Hari.

Hari mengatakan tersangka disangkakan melakukan tindak pidana Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian disangkakan juga melanggar pasal pencucian uang Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat ke (1) KUHP. Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun soal 13 manajer investasi itu, mereka berupa 13 korporasi. Berikut adalah 13 manajer investasi itu:

1. PT DN/PT PAJ
2. PT OMI
3. PT TPI
4. PT MD
5. PT PAM
6. PT MNCA
7. PT MAM
8. PT GAPC
9. PT JCAM
10. PT PAAM
11. PT CC
12. PT TFI
13. PT SAM

"Jadi 13 manajer investasi ini diduga melakukan tindak pidana Pasal 2 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor," kata Hari, Jumat (2/10).

Halaman

(dnu/dnu)