Round-Up

4 Kabar Terbaru soal Tewasnya 6 Laskar FPI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 21:00 WIB
Massa FPI dan GNPF MUI berkumpul di Masjid Al-Azhar sebelum bergerak ke Polda Metro. Mereka membawa bendera hingga boneka yang memakai ikat kepala berlafaz Alquran.
Ilustrasi laskar FPI (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Perkembangan pengusutan kasus kontak tembak antara polisi dan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 beberapa hari lalu dibuka polisi. Setidaknya ada empat kabar terbaru yang diungkap polisi.

Polisi memang berjanji akan transparan menyampaikan perkembangan pengusutan kasus kontak tembak tersebut kepada masyarakat. Janji transparansi itu dilontarkan langsung oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Untuk perkembangan penyidikan selanjutnya, tentunya akan kita sampaikan kepada rekan-rekan di dalam progres kami, dan akan segera kami rilis untuk transparansi dan memberikan gambaran bahwa kita melaksanakan kegiatan penyidikan secara profesional, transparan, dan objektif," kata Sigit dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Polri bahkan membuka hotline untuk memberi kesempatan kepada masyarakat berpartisipasi mengungkap kasus ini. Bareskrim mempersilakan masyarakat menyampaikan informasi seputar peristiwa itu ke nomor 0812842988228.

Kasus kontak tembak polisi dengan laskar FPI ini awalnya ditangani Polda Metro Jaya. Tapi kemudian Bareskrim Polri mengambil alih penanganannya.

Adapun alasan pengambilalihan pengusutannya adalah locus delicti atau tempat kejadiannya berada di bawah kewenangan Polda Jawa Barat, bukan Polda Metro Jaya.

Setidaknya ada 10 anggota laskar FPI yang terlibat kontak tembak dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Kontak tembak tersebut terjadi saat laskar FPI sedang mengawal Habib Rizieq Shihab untuk menghadiri pengajian keluarga di Karawang.

Dari 10 orang anggota laskar FPI yang terlibat kontak tembak, enam di antaranya tewas, sementara empat anggota laskar lainnya disebut polisi melarikan diri.

Dan hari ini Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yowono mengungkap kabar tersebut soal pengusutan kasus kontak tembak tersebut.

Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2