Menkes Nangis Gara-gara Formalin
Senin, 30 Jan 2006 15:39 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menangis saat menjelaskan dampak pengumuman Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tentang formalin yang mengakibatkan banyak pedagang mie, tahu, dan bakso yang merugi dan harus pulang kampung.Menkes memberikan keterangan itu pada saat Raker dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2006). Saat itu Menkes banyak dicecar pertanyaan oleh anggota dewan soal isu formalin."Kalau dari dulu itu BPOM mengoordinasikan kepada Depkes, tentu kan kejadiannya tidak akan kayak gini," kata Menkes sambil meneteskan airmata.Anggota DPR sendiri banyak menyalahkan Menkes yang emosional dan marah kepada BPOM yang telah mengumumkan masalah formalin."Seharusnya ibu nggak perlu marah, BPOM kan sudah menemukan. Harusnya ibu berterima kasih," kata salah satu anggota DPR.Menanggapi hal itu Menkes mangatakan, dirinya justru senang dengan pengumuman BPOM tentang formalin. Tapi yang disayangkan, kenapa baru Desember 2005 diungkapkan. Padahal menurut data, sejak tahun 2003 formalin sudah ditemukan."Ini ada apa, kenapa tidak dari dulu diungkapkan. Kok sekarang tiba-tiba BPOM melakukan operasi ke pasar tradisional. Kan kasihan mereka yang tidak tahu apa-apa," kata Menkes.Pada tahun 2003 itu banyak produsen formalin yang melempar produknya, yakni sebesar 20 persen untuk industri makanan, seiring dengan turunnya produksi kayu lapis. Sebab sebelumnya kebanyakan formalin digunakan untuk mengawetkan produk kayu lapis tersebut."BPOM tahu itu, kenapa disimpan sendiri. Kalau saya dulu marah, saya marah sebagai institusi yang mengingatkan bahaya. Jangan dikaitkan dengan masalah pribadi. Saya kenal baik dengan Sampurno (Kepala BPOM)," ujarnya.Menurutnya, BPOM seharusnya memang mengawasi, meneliti, dan ketika menemukan sesuatu yang tidak beres, harus cepat mengoordinasikan kepada Depkes agar dapat diatasi secara arif.
(san/)











































