Dua Perempuan Susul Aksi Jahit Mulut SUTET
Senin, 30 Jan 2006 15:33 WIB
Jakarta - Bak mati satu tumbuh seribu, aksi korban Saluran Udara Tegangan EkstraTinggi (SUTET) terus berlanjut. Meski beberapa peserta jahit mulut bertumbangan, peserta baru terus menggantikan.Kini peserta aksi memrotes SUTET dengan mogok makan dan jahit mulut bertambah 2 orang. Mereka yakni Yani (40) dan Ikah (44). Mulut kedua perempuan itu dijahit di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Jakarta pukul 10.00 WIB, Senin (30/1/2006).Kedua perempuan itu menggantikan Jajang, peserta yang menghentikan aksinya karena kondisinya makin kritis. Dengan bergabungnya Yani dan Ikah, kini peserta aksi mogok makan dengan jahit mulut itu berjumlah 5 orang. Dari jumlah itu 4 di antaranya adalah perempuan.Selain Yani dan Ikah, dua perempuan yang sudah melakukan aksi itu yakni Manisah (50) dan Saodah (34). Mulut kedua perempuan itu sudah dijahit sejak 14 hari lalu. Selain mereka, aksi juga diikuti Parman (50) yang telah menjalaninya selama 25 hari. Aksi mogok makan dengan jahit mulut itu telah dilakukan sejak 27 Desember 2005 lalu. Hingga kini total peserta aksi jahit mulut berjumlah 9 orang. Empat orang yang telah tumbang dalam aksi itu yakni Syafrudin, Romli (39), Nurdin (42) dan Jajang Suparman (38). Koordinator aksi, Mustar Bona Ventura, mengatakan, kondisi Parman, Saodah dan Manisah masih stabil. Tapi Saodah dan Manisah harus melakukan cek medis, Selasa (31/1/2006) besok. Sejumlah tokoh telah mengunjungi aksi tersebut, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Hari ini, korban SUTET dikunjungi Sri Bintang Pamungkas dan pengurus DPP KNPI. Sri Bintang memberi dukungan moril dan meminta para korban SUTET agar tidak berhenti berjuang. "Saya minta pemerintah untuk memperhatikan ini, kita harus berpijak pada HAM. Mereka harus bebas dari rasa takut," kata Bintang.
(iy/)











































