3 Tahun Jadi TKW di Dubai, Buron Kasus Korupsi Asal Polman Ditangkap

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 23:56 WIB
Buron ditangkap Kejati Sulbar.
Buron ditangkap Kejati Sulbar. (Foto: dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Tim Tangkap Buron Kejati Sulbar menangkap Jumianti, buron kasus korupsi yang kabur sejak 2015. Dia ditangkap setelah pulang dari Dubai menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sana.

"Setelah menghilang selama 3 tahun dan menjadi buron, selama ini terpidana menetap di Dubai, Arab, sebagai tenaga kerja wanita," kata Kasi Penjum Kajati Sulbar Amiruddin dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).

Jumianti, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana simpan pinjam, diamankan saat berada di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, sekitar pukul 14.30 Wita. Kepulangan Jumianti ke Indonesia terpantau oleh Tim Intel Kejati Sulbar dan Kejari Polman melalui akun media sosial.

"Terpidana kemudian ditangkap saat sedang berbaring di atas tempat tidur oleh tim eksekutor Kejari Polman di bawah pengamanan Tim Intel Kejati Sulbar, dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Irvan Paham Samosir, SH, MH," ungkapnya.

Jumianti langsung digelandang ke Kejari Polman untuk menjalani rapid test sebelum dieksekusi ke Lapas Polman. Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mamuju No.11/Pid.Sus/TPK/2017/PN.Mam tanggal 19 Juni 2017, Jumianti diganjar hukuman 1 tahun 8 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan serta membayar yang pengganti sebesar Rp 88.865.467 subsider 5 bulan kurungan.

Kasus yang menjerat Jumianti bermula ketika dirinya selaku pengelola dana simpan pinjam perempuan (SPP) dan usaha ekonomi produktif (UEP) di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, dalam hal ini mengelola pinjaman dana bergulir dari pemerintah pada tahun anggaran 2011/2012 sebesar Rp 281 juta.

Jumianti melakukan penyalahgunaan dana tersebut dengan cara tidak mengikuti petunjuk teknis operasional program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MPd).

Pada saat perkara ini dimulai, Jumianti diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Polewali Mandar. Jumianti melarikan diri sejak 2015, sehingga sidang digelar tanpa kehadiran terdakwa atau dikenal dengan istilah in absentia.

Diketahui, dalam 3 bulan terakhir, Tim Tangkap Buron Kejati Sulbar di bawah pimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar Johny Manurung telah berhasil mengamankan 11 orang yang masuk DPO.

"Penangkapan DPO pada wilayah hukum Kejati Sulbar terus dilaksanakan dan langsung dipantau atau diarahkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar Johny Manurung sebagai upaya dalam mendukung program kerja Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam penegakan hukum menuntaskan tunggakan buron," kata Amiruddin.

(idn/idn)