Kolom Hikmah

Lebah

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 06:31 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Allah SWT berfirman, "Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, 'Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia'." ( QS. An-Nahl : 68 ).

Dari ayat ini, Allah telah memerintahkan lebah untuk tinggal di berbagai gunung, lembah dan tempat yang dibuat manusia. Dia juga minta lebah menyusuri jalan-jalan mencari nectar dengan berbekal petunjuk-Nya. Lebah taat, tunduk dan bertasbih dengan memuji-Nya. Lebah ini memproduksi madu dalam jumlah besar melebihi kebutuhan makanannya sendiri. Maka manusia mengumpulkan kelebihan tersebut sebagai sumber nutrisi dan obat.

Lebah adalah serangga bersosial yang hidup dalam komunitas yang terdiri dari: Lebah Ratu, lebah pekerja dan pejantan. Adapun fungsi ketiga lebah tersebut adalah:
1. Lebah Ratu, tugasnya hanya bertelur, lebih kurang 2.000 butir telur sehari.
2. Lebah Jantan bertugas hanya mengawini lebah ratu saat musim kawin dan setelah itu lebah jantan mati.
3. Lebah Betina, tanggung jawabnya lumayan besar. Mencari nectar, serbuk bunga, menyediakan makanan untuk komunitas, membangun sarang dan mempertahankan diri dari serangan musuh dan menjaga suhu dan kelembaban sarang.

Jika dalam komunitas terjadi resesi (kekurangan pangan), maka langkah yang dilakukan lebah betina/pekerja adalah memberi dua opsi untuk lebah jantan yaitu, dihukum mati atau diusir dari sarang.

Para ahli lebah masih menyelidiki kehebatan lebah madu yang dalam kurun 20 juta tahun tidak mengalami perubahan genetis. Inilah skenario Sang Pencipta Yang Maha Kuasa untuk menjadikan sesuatu. Lebah ini membutuhkan 4 juta bunga dalam menghasilkan madu kurang lebih 1 kg.

Tentang produk dari lebah, menurut Prof Dr Muhammad An-Banby, guru besar ilmu lebah Fakultas Peternakan Universitas Ain Syams mengatakan bahwa, "Ayat An-Nahl 69 ternyata memiliki makna yang sangat luas. Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa yang dianjurkan dikonsumsi dalam ayat tersebut bukan madu saja, tetapi semua yang keluar dari tubuh lebah baik berupa madu, lilin, royal jelly, racun lebah, pollen dan propolis.

Saatnya kita bahas makna dari prilaku lebah yang patut menjadi teladan dalam kepemimpinan, apalagi negeri ini baru selesei menentukan nasib beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada.

1. Lebah mencari makan pada bunga. Tidak pernah kita jumpai lebah mencari makan pada tumpukan sampah, jika ada itu mungkin lebah kesasar. Bahwa lebah mencari nectar pada bunga untuk bahan makanannya, berarti mencari makan yang baik dan halal pada lingkungan yang bersih.

2. Membantu proses pembuahan melalui penyerbukan. Lebih 80% tumbuhan dibuahi oleh lebah. Diperkirakan 100.000 spesies tumbuhan akan punah jika lebah tidak melakukan pembuahan. Di sini lebah memberikan manfaat pada lingkungannya, sehingga manusia bisa menikmati buah-buahan tersebut.

3. Tidak merusak lingkungan, ketika mencari makan dia terbang dengan hati-hati sehingga tidak ada bunga yang rusak maupun tangkai yang patah. Lebah bisa menyesuaikan diri pada lingkungan dia mencari makan.

4. Produk lebah seperti dijelaskan di atas, semuanya bermanfaat sebagai sumber nutrisi maupun untuk obat. Ini bentuk makhluk kecil yang memberikan manfaat pada manusia.

5. Lebah tidak mengganggu lebih dahulu, namun jika sarangnya merasa terancam oleh tindakan manusia, maka ia akan balik menyerang.

Dari kelima prilaku lebah tersebut dapat kita teladani untuk para pemimpin yang terpilih dalam Pilkada dan untuk kita semua sebagai pemimpin. Dalam hal mencari makan/rezeki, para pemimpin wajib mencari dari sumber yang bersih (halal) dan bermanfaat. Lingkungan yang dipilih adalah komunitas yang baik bukan komunitas yang bermewah-mewahan, nafsu akan mengendalikannya. Selalu memberikan manfaat pada masyarakat dan menjaga lingkungannya (daerahnya) dari kerusakan fisik maupun mentalnya. Sebagai pemimpin akan menjaga daerahnya dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Inilah bentuk kasih sayang Allah pada hambanya dalam memberikan pembelajaran hidup dengan teladan kehidupan lebah. Kehidupan lebah yang tertib dan teratur sesuai job discription dan selalu mematuhi perintah Allah, menghasilkan output yang berguna bagi manusia.

Jika teladan prilaku lebah ini kita laksanakan, niscaya akan terhindar dari daftar orang yang berurusan dengan penegak hukum, karena menjelang dilaksanakan pilkada masih ada calon kepala daerah yang kena OTT KPK.


Aunur Rofiq

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

Sekjen DPP PPP 2014-2016

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)--

(erd/erd)