KPK Telusuri Info Bansos Corona 'Ditilap' Lebih dari Rp 10 Ribu

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 13:57 WIB
Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bansos Corona Mensos Juliari Batubara tinggalkan gedung KPK. Ia akan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur
Mensos Juliari Batubara ditahan KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sengkarut paket bantuan sosial (bansos) untuk penanganan virus Corona (COVID-19) memasuki babak baru. Juliari P Batubara, yang kini berstatus tersangka, disebut KPK diduga 'menilap' Rp 10 ribu per paket bansos COVID-19, yang nilainya Rp 300 ribu per paket.

Namun Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menduga nilai yang 'ditilap' lebih dari itu. Dari mana hitungannya?

"Kalau berapa kira-kira gambarannya per paket yang dikorup, dugaannya dari hitung-hitunganku adalah Rp 28 ribu ditambah Rp 5.000 adalah Rp 33 ribu," kata Boyamin kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Boyamin menjelaskan rincian dana yang dianggarkan semula Rp 300 ribu per paket bansos hingga diduga dikorupsi lebih dari Rp 10 ribu. Menurutnya, dugaan itu dia dapatkan dari survei harga barang yang beredar di pasaran.

"Jadi anggaran kan Rp 300 ribu, terus dipotong Rp 15 ribu untuk transpor, Rp 15 ribu untuk tas goody bag. Jadi seakan-akan pemborong mendapatkan Rp 270 ribu. Kalau berdasarkan barang yang ada di lapangan yang diterima masyarakat senilai Rp 188 ribu. Jadi artinya dugaan yang dikorupsi adalah 82 ribu," ujar Boyamin.

Boyamin mengatakan, dalam program pengadaan bansos itu, pemenang tender boleh mengambil keuntungan maksimal hingga 20 persen. Menurutnya, 20 persen dari Rp 270 ribu itu Rp 54 ribu.

"Dari selisih tadi, Rp 82 ribu dikurangi Rp 54 ribu. Jadi kira-kira yang dikorup adalah per paket Rp 28 ribu, itu untuk barang ya. Dan untuk goody bag juga ada sekitar Rp 5.000 yang dikorup. Karena goody bag itu anggap saja harganya Rp 10 ribu dari Rp 15 (ribu). Jadi 28 ribu ditambah 5.000 sekitar Rp 33 ribu," kata Boyamin.

"Berarti Rp 23 ribu tadi bisa saja untuk bancakan, ada yang ke pejabat, ada yang ke pemborong sendiri. Jadi (pemborong) mengambil untungnya lebih dari 20 persen. Karena apa? Selain dugaan untuk bancakan antara pemborong dan pejabat senilai Rp 23 ribu tadi, karena udah dipotong untuk Mensos Rp 10 ribu," imbuhnya.

Adanya dugaan tersebut, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri angkat bicara. Ali menyebut KPK akan menelusuri semua data dan informasi dugaan tersebut.

"Seluruh data dan informasi terkait pengadaan bansos tersebut tentu akan didalami dan digali dari keterangan para saksi yang akan dihadirkan dalam proses penyidikan," kata Ali kepada wartawan, Kamis (10/12).

Ali menyebut KPK akan menggali informasi dari keterangan sejumlah saksi. Menurut Ali, saksi-saksi akan segera dipanggil KPK untuk diperiksa oleh penyidik.

Simak video 'Pantaskah Mensos Juliari Dihukum Mati?':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dhn)