Seorang Bayi Tewas Terinjak Ibunya

Gempa 7,3 SR di Maluku

Seorang Bayi Tewas Terinjak Ibunya

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 12:13 WIB
Ambon - Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang mengguncang Provinsi Maluku, Sabtu (28/1/2005) lalu menyisakan kepedihan mendalam bagi Ny Hayati (47). Warga Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, Maluku Tengah, itu kehilangan buah hatinya yang masih tiga bulan. Yang lebih menyedihkan, bayi itu tewas karena terinjak oleh ibunya sendiri saking paniknya.Bayi bernama Luma Muli itu tewas setelah dadanya terinjak Hayati. "Saat itu ibunya tidur di samping sang bayi. Karena panik akibat gempa, ibunya buru-buru membangunkan suaminya. Saat itulah kakinya menginjak anaknya sendiri," tutur Mahmud Pattiasina, tetangga Hayati, kepada detikcom, Senin (30/1/2006). Bayi malang itu kini sudah dikuburkan.Dilaporkan juga, selain lantai dua kantor Bupati Maluku Tengah mengalami keretakan serta sejumlah kaca pecah, dinding pusat perbelanjaan Masohi Plaza yang terletak di jantung Kota Masohi juga retak sebagian akibat gempa.Masih MengungsiSementara itu, di Bula Ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), ratusan warga masih memilih mengungsi di perusahaan Kufec yang terletak di daerah ketinggian 100 meter dari permukaan laut. Kamar-kamar mes karyawan PT Kufec penuh disesaki warga. Sebagian warga memilih membuka tarpal maupun tikar di sejumlah lahan kosong. Puluhan dinding rumah warga dikabarkan retak. Tegel puluhan rumah mencuat dari dudukannya.Hal yang sama terjadi di Desa Werinama, Kecamatan Werinama, Maluku Tengah. Ribuan warga berlari menuju perbukitan ketika gempa terjadi. "Warga sangat takut. Pasalnya Desa Werinama berhadapan langsung dengan lautan bebas, gelombang laut sangat dasyat. Tak satu pun warga yang melaut," kata Muhammad Kilwou.Dikatakan, hingga kini jika malam tiba, sebagian besar lelaki di desa tersebut memilih begadang. "Mereka khawatir jika terjadi gempa dan air laut naik tiba-tiba," ujar Muhammad. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads