Diminta Bawa Pulpen, Ada Pemilih yang Malah Contreng Surat Suara

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 20:24 WIB
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Blak-blakan detik.com, Jumat, 12 April 2019.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Bawaslu menemukan ada pemilih yang justru mencontreng surat suara Pilkada 2020. Surat suara tersebut bukannya dicoblos, tapi malah dicontreng.

"Pemilih memilih dengan mencontreng. Nah, ini kejadian yang menarik, di Jambi, Sumatera Barat," kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Bawaslu, Rabu (9/12/2020).

Afif menduga pemilih tersebut salah paham dengan imbauan membawa pulpen sendiri ke TPS. Awalnya imbauan membawa pulpen ke TPS itu agar pemilih tidak saling bergantian memakai dengan orang lain, yang justru berpotensi terkait penyebaran virus Corona.

"Imbauan ataupun anjuran KPU agar kita menggunakan atau membawa-membawa apa namanya pulpen, kadang-kadang dipahami sebagai alat untuk mencontreng, padahal tidak. Nah, ini penting. Nah ternyata itu disalahpahami, padahal kan kita tidak mengantisipasi untuk saling tidak pinjam pulpen menandatangani kehadiran dan lain-lain," ujar Afif.

Fenomena warga yang mencontreng surat suaranya juga terjadi di Pilbup Pangandaran. Amir Husen, warga Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, mengatakan beberapa pemilih di TPS 11 dan TPS 12 mengaku memilih dengan cara mencontreng dengan menggunakan pulpen. "Banyak warga yang miskomunikasi, imbauan membawa pulpen malah dikira memilih dengan cara mencontreng surat suara," kata Amir.

Dia berharap masalah ini segera diantisipasi dan pihak KPU memberikan kejelasan mengenai surat suara yang telah dicontreng apakah dianggap sah atau tidak. "Ada miskomunikasi, ini harus diluruskan. Bagaimana nasib surat suara yang kadung dicontreng?" kata Amir.

Dihubungi terpisah, Ketua KPU Pangandaran Muhtadin mengatakan pihaknya mengaku belum mengetahui apakah benar ada surat suara yang dicontreng atau tidak. "Kami belum tahu, kan kotak suaranya belum dibuka," kata Muhtadin.

Namun dia mengakui menerima adanya informasi beberapa warga mengaku mencontreng surat suara akibat adanya imbauan membawa pulpen. "Kan di pengumuman yang kami sebar dijelaskan bahwa alat tulis itu untuk mengisi daftar hadir. Imbauan itu kami lakukan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan," kata Muhtadin.

Seandainya nanti saat penghitungan ditemukan surat suara yang dicontreng, Muhtadin menegaskan surat suara tersebut dinyatakan tidak sah. "Tidak sah, karena berdasarkan aturan harus dicoblos. Jadi kalau ternyata dicontreng ya tidak sah," kata Muhtadin.

(yld/imk)