Pemulangan WNI Tewas di KJRI Tunggu Hasil Forensik

Pemulangan WNI Tewas di KJRI Tunggu Hasil Forensik

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 11:51 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) siap memberikan bantuan kepada keluarga Bambang Wielanto (36) yang tewas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di New York. Untuk pemulangan jenazah, Deplu masih menunggu hasil pemeriksaan forensik kepolisian New York (NYPD)."Hasil forensik diperkirakan paling lambat Selasa (31/1/2006) pagi. Untuk pemulangan jenazah kita tunggu hasil forensik," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya kepada detikcom, Senin (30/1/2006) pukul 11.00 WIB.Menurut Desra, Bambang mendatangi KJRI New York pada Jumat (27/1/2006). Saat itu Bambang menyampaikan keluhan tentang tempat tinggal. Pria yang lahir pada 26 Maret 1970 itu sudah mempunyai uang untuk pulang ke Indonesia."Lalu kita bantu untuk pulang Minggu, tapi saat itu seat penerbangan sudah penuh. Terus KJRI memberi bantuan, ia dapat seat untuk 1 Februari," jelas Desra yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Politik di Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York itu. Atas pertimbangan kemanusiaan, Bambang kemudian ditampung untuk menginap di KJRI. Namun pada Minggu (29/1/2006) sekitar pukul 08.00 waktu setempat, petugas KJRI menemukan Bambang tewas berlumuran darah. Petugas kemudian melapor hal itu ke acting Konjen. Acting Konjen kemudian memanggil 911. "Saya belum bisa menyebutkan detail lukanya apa saja. Dugaan sementara memang bunuh diri. Tapi kan belum ada laporan polisi, jadi saya belum bisa memastikan (penyebab tewasnya Bambang)," jelas Desra. Deplu telah memberitahu keluarga tentang kematian Bambang. "Kita sudah sampaikan apa yang terjadi. Kita juga sampaikan ikut berbela sungkawa dan kita sampaikan siap memberikan bantuan," kata Desra. Dari data Deplu, Bambang ke Amerika Serikat (AS) dengan visa turis sejak 14 Desember 2005. Bambang sempat bekerja di beberapa tempat di New York. (iy/)


Berita Terkait