Keluarga Korban HAM Diminta Saksikan Test Calon Panglima TNI

Keluarga Korban HAM Diminta Saksikan Test Calon Panglima TNI

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 11:39 WIB
Jakarta - Fit and proper test calon panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto, 1 Februari mendatang, diprediksikan akan berlangsung seru dan menarik.Hal ini dikarenakan anggota Komisi I DPR meminta keluarga korban pelanggaran HAM Trisakti, Semanggi I dan II, serta istri Munir, Suciwati, untuk datang dan menyaksikan proses tersebut."Kedatangan mereka selain meminta komitmen calon panglima terhadap penegakan HAM di Indonesia juga akan menjadi semangat bagi anggota DPR untuk mempertajam komitmen HAM calon panglima yang akan diuji besok," kata anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (30/1/2006).Ade menegaskan, kalau keluarga korban datang dirinya sendiri yang akan mempertanyakan dan memperjuangkan agar calon panglima berkomitmen memperjuangkan HAM dan mau membongkar kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan TNI."Seharusnya di era reformasi seperti ini calon panglima berani berkomitmen membuka kasus-kasus yang belum terungkap yang melibatkan TNI, seperti Trisakti, Semanggi dan lain-lain," tegasnya.Ade menilai, draf pemaparan visi misi berjudul "Menyiapkan dan membangunTNI yang profesional dan dedikatif" yang baru diterima anggota Komisi I pada hari ini, masih dianggap kurang reformatif dan normatif."Bahan-bahan yang mau disampaikan calon panglima TNI masih standar, seperti alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pertahanan. Itu kan biasa saja, tiap TNI harus seperti itu," ujar Ade.Menurut Ade, justru panglima TNI harus menyiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan masalah HAM. "Dalam draf pemaparan visi misi yang dikirim ke Komisi I, tidak mencatumkan masalah HAM," tuturnya.Ade juga mengungkapkan, dalam draf tersebut dicantumkan NPWP KSAU Marsekal TNI Djoko Soeyanto yang dikeluarkan pada Juni 2005. "Kekayaan calon panglima dicantumkan sebesar Rp 1,23 miliar, yang terdiri dari 1 rumah, 1 tanah dan 3 mobil, di antaranya Toyota Kijang dan Toyota Alphard," urainya. (ndr/)


Berita Terkait