Eks Jubir Sindir soal Ramai OTT Bukti KPK Tak Dilemahkan: Kesimpulan Prematur

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 15:44 WIB
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, melepas jabatannya sebagai jubir KPK. Febri mundur usai pimpinan KPK terbaru hendak mencari juru bicara KPK yang baru.
Eks jubir KPK Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)

Ungkapan Firli Bahuri soal OTT di Masanya


Ketua KPK Firli Bahuri berbicara tentang Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) yang diperingati tiap tanggal 9 Desember. Pada momen Harkodia yang bertepatan dengan momentum pencoblosan Pilkada 2020, dia mengingatkan agar perilaku koruptif dicegah sejak dini.

Firli menyebut, dalam Harkodia 2020, KPK mengusung tema 'Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi'. Menurutnya, hal tersebut merupakan alarm KPK untuk membangunkan tidur panjang yang selama ini dibuai mimpi indah namun semu oleh laten korupsi.

"Tidur panjang dalam buaian laten korupsi lambat laun akan meracuni hingga menghancurkan suatu bangsa, karena korupsi senantiasa tampil menarik dengan ragam warna kebohongan nan menggoda, menyelimuti kebenaran yang sejatinya hanya memiliki satu warna dengan kenikmatan dangkal dan sesaat, sehingga duka teramat dalam akibat korupsi tak lagi tampak di depan mata," kata Firli dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (9/12).

Firli juga membeberkan data empiris KPK yang menunjukkan bahwa tindak pidana yang ditangani KPK terbanyak adalah perkara suap-menyuap. Di mana korupsi sering terjadi dan mewarnai perhelatan pilkada.

"Dari data tahun 2018 (sewaktu saya sebagai bertugas sebagai Deputi Penindakan KPK), KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak 30 kali dengan 122 tersangka dan 22 kepala daerah, terkait tindak pidana korupsi berupa suap-menyuap. Kurang dari setahun menakhodai KPK, kami juga telah melakukan sedikitnya 8 kali OTT kasus tindak pidana korupsi praktik suap-menyuap yang melibatkan beberapa penyelenggara negara di pusat maupun daerah," jelasnya.

Halaman

(fas/jbr)