Banjir di Kampung Melayu Surut, Pengungsi Berkurang

Banjir di Kampung Melayu Surut, Pengungsi Berkurang

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 10:32 WIB
Jakarta - Banjir yang menggenangi kawasan RW 03 dan RW 02, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur mulai menyusut. Bahkan genangan air yang berasal dari Sungai Ciliwung ini mulai surut. Ratusan pengungsimulai kembali ke rumah masing-masing.Pantauan detikcom Senin (30/1/2006) di posko pengungsian, SD dan SMP Santa Maria Fatima, Jl Jatinegara Barat, pada hari keenam ini jumlah pengungsi mulai berkurang. Saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di posko Santa Maria Fatima sekitar 150 orang, jumlah ini menurun dibanding beberapa hari yang lalu yang bisa mencapai 700 orang."Yang masih bertahan di sini cuma tinggal dari beberapa RT seperti, 14, 15 dan 16. Karena sampai sekarang wilayah mereka masih tergenang air setinggi 30-50 cm. Sementara sebagian besar warga lainnya sudah banyak yang kembali untuk membersihkan lumpur," kata Ketua RW 02, Awang Sanwani (55), kepada detikcom , ketika meninjau posko pengungsi sekolah Santa Maria, pukul 09.00 WIB. Menurut Sanwani, bila air naik tiba-tiba warganya dapat kembali lagi ke posko. Saat ini warga cukup terjaga kesehatannya, meskipun beberapa hari yang lalu sempat ada warga yang sempat terserang demam pilek dan gatal-gatal."Mereka sudah mendapatkan pengobatan gratis dari bantuan suku dinas kesehatan Jatinegara. Bantuan logistik pun saya rasa mencukupi. Keluhan warga mungkin hanya sarana tidur seperti selimut dan tenda yang suka bocor bila hujan turun," kata Sanwani.Sanwani juga mengharapkan akan adanya bantuan pasca banjir dari pemerintah seperti sembako. "Selama banjir dan mengungsi banyak warga yang tidak bekerja," tuturnya. Sejak selasa (24/1/2006), jumlah warga yang mengungsi akibat banjir kiriman terbagi di tiga posko yaitu di PT DI , RSIA Hermina dan Sekolah Santa Maria yang paling banyak pengungsinya. (ndr/)


Berita Terkait