Transportasi di Semarang Normal

Transportasi di Semarang Normal

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 09:01 WIB
Semarang - Setelah dihajar banjir di sejumlah lokasi selama tiga hari, jalur transportasi di Semarang pulih. Mulai hari ini, Senin (30/1/2006), seluruh transportasi bisa berangkat dan datang Semarang. Di Bandara Ahmad Yani, genangan air yang kemarin setinggi 7 cm lebih, kini sudah tak terlihat. Beberapa petugas berhasil menyingkirkan air dengan cara manual maupun dengan pompa penyedot. "Mulai hari ini kita normal operation. Semua jenis pesawat diijinkan masuk dan berangkat melalui Semarang. Garuda juga sudah tidak perlu mengalihkan penerbangannya ke Solo," kata Kepala OIC () Budi Iantono kepada detikcom melalui ponselnya. Budi menambahkan, situasi normal sudah dirasakan sejak Minggu (29/1) kemarin. Pada sore hari, hujan sudah berhenti. Air dipastikan tidak akan menggenangi lagi landas pacu. Namun saat itu, pihaknya belum berani membuka jalur penerbangan karena dikhawatirkan hujan turun lagi. Sementara itu, di Stasiun Tawang, situasinya juga tak jauh berbeda. Meski masih ada genangan air, pihak stasiun mengijinkan seluruh kereta dari dan ke Jakarta maupun Surabaya untuk masuk. "Ketinggian air sudah pada tahap normal. Kereta tidak perlu lagi ditarik dengan lokomotif hidrolis, cukup dengan lokomotif mereka sendiri sudah bisa lewat genangan air yang tak terlalu tinggi seperti ini," terang Kepala Stasiun Tawang Purwanto. Sebelumnya, aktifitas Stasiun Tawang terganggu karena rel dan kantornya terendam air hingga setinggi satu meter. Selain itu, rel baik dari arah Jakarta maupun Surabaya juga terendam air setinggi 10 - 20 cm. Di Terminal Terboyo, aktifitas berjalan normal. Bus sudah bisa memanfaatkan jalur standar untuk keluar dan masuk Semarang. Namun demikian, pengemudi diharap berhati-hati karena genangan air masih ada. Terutama di Jl. Kaligawe yang kemarin sempat terendam air hingga 1,3 meter. Berdasar pantauan detikcom, sejak pagi cuaca di Semarang sangat cerah. Tak ada sedikit pun mendung seperti terjadi tiga hari sebelumnya. Tanpa dikomando, sebagian warga dan pegawai tampak membersihkan rumah dan kantor mereka. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads