Kota Lama Semarang Raih Gold Winner di Ajang FIABCI 2020

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 07 Des 2020 23:51 WIB
Pemkot Semarang
Foto: dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Jelang tutup tahun 2020, Kota Semarang mendapatkan kado manis. Transformasi pembangunan Kota Lama Semarang mendapatkan apresiasi dalam FIABCI Indonesia REI Excellence Awards 2020.

Pada ajang yang diselenggarakan oleh FIABCI (Fédération Internationale des Administrateurs de Biens Conseils et Agent Immobiliers/Federasi Real Estate International) dan Realestat Indonesia (REI), Kota Lama Semarang mendapatkan medali emas dalam kategori properti heritage. Sehingga nantinya kawasan Kota Lama Semarang akan diikutsertakan pada ajang penghargaan tingkat internasional, FIABCI Prix d'Excellence Award.

Ketua Panitia FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2020 Meiko Handoyo pun menuturkan bahwa syarat-syarat penjurian dan penilaian dalam anugerah ini seluruhnya mengacu kepada kriteria FIABCI Prix d'Excellence Award. Ia pun menambahkan, seleksi sudah dilakukan sejak awal September 2020, dengan tim juri yang terdiri dari para pakar di bidang arsitektur, perencanaan kota, dan juga unsur pemerintahan.

Terdapat setidaknya 15 kategori internasional dan satu kategori lokal, yakni perumahan masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Kemudian tersaring 97 proyek untuk 16 kategori, dengan tata laksana penjurian dilakukan secara daring.

"Besar harapan kami pemenang FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2020 dapat mempersiapkan diri saat nanti maju ke tingkat internasional dan dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang FIABCI Prix d'Excellence Award yang diselenggarakan Federasi Real Estate International," kata Meiko dalam keterangan tertulis, Senin (7/12/2020).

Di tempat terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mengungkapkan rasa bangga dan senang atas prestasi pemerintah kota (Pemkot) Semarang. Keberhasilan kawasan Kota Lama Semarang ini, diakuinya karena kerja sama dari banyak pihak. Mulai dari stakeholder, Pemkot Semarang, masyarakat, hingga tokoh masyarakat dan pihak media.

"Perubahan didorong oleh hampir semua elemen, yang berkomitmen menjadikan Kota Semarang menjadi lebih baik. Dengan konsep bergerak bersama, tendangannya jadi lebih kuat," tegas Hendi.

Revitalisasi Kota Lama sudah dimulai pada tahun 2012, kala ia baru saja dilantik sebagai Wali Kota Semarang dan menandatangani Piagam Komitmen Kota Pusaka di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

Kemudian di tahun 2013 tantangan pertama Hendi datang, di mana kawasan Kota Lama Semarang kerap dilanda rob dan banjir. Sebagai upaya penanganan, mega proyek senilai Rp 1,7 triliun pun dicanangkan. Dengan peningkatan sistem drainase perkotaan kali Semarang akhirnya di tahun yang sama masalah tersebut dapat teratasi. Belum selesai sampai di situ, tantangan selanjutnya adalah mendorong para pemilik gedung di kawasan Kota Lama agar mau melakukan revitalisasi asetnya masing-masing.

Lalu pada Maret 2016, Hendi yang kembali dipercaya masyarakat untuk kembali menjadi Wali Kota Semarang bergegas mereformasi Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) dengan melantik pengurus baru. BPK2L kemudian menjadi penghubung antara Pemkot Semarang dengan seluruh pemilik gedung di Kota Lama untuk mendiskusikan rencana terbaik pembangunan kawasan tersebut.

Kini dengan wajah baru Kota Lama Semarang, Hendi optimis akan lebih banyak lagi pihak yang ingin terlibat dalam pengembangannya.

"Saya yakin dengan kondisi saat ini akan lebih banyak pihak yang mau berkontribusi untuk mengembangkan Kota Lama. Dan diraihnya penghargaan ini dapat menjadi momentum yang baik untuk mewujudkan Kota Lama menjadi destinasi wisata dunia," pungkas Hendi.

(prf/ega)