Gedung Pameran Merpati Runtuh, Polandia Berkabung

Gedung Pameran Merpati Runtuh, Polandia Berkabung

- detikNews
Senin, 30 Jan 2006 06:15 WIB
Jakarta - Presiden Polandia Lech Kaczynski mengumumkan satu hari berkabung atas bencana runtuhnya atap gedung pameran merpati yang menewaskan 66 orang, dan mencederai ratusan orang.Sekitar 500 orang berada di balai pameran dagang di Katowice, Polandia selatan untuk menghadiri pameran merpati saat atap gedung tiba-tiba runtuh, Sabtu 28 Januari 2006.Bagian tengah atap gedung ambruk sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Bagian atap kedua runtuh lebih dari satu jam kemudian, saat operasi penyelamatan korban tengah berlangsung.Ratusan penolong dibantu anjing pelacak bekerja sepanjang malam hingga dini hari sementara suhu merosot hinggi 15 derajat celsius.Tim penolong menghembuskan udara panas ke reruntuhan guna memperbesar peluang bertahan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.Polisi mengatakan, sejumlah orang di dalam mencoba menelepon dari telepon genggam mereka, dan dalam keadaan panik melaporkan adanya mayat di dekat mereka.Warga negara Jerman dan Belgia dilaporkan ikut menjadi korban diantara 66 orang tewas dan 150 terluka itu.Salah seorang korban selamat, Tadeusz Dlugosz, mencoba mencari keberadaan jenzah anaknya yang ikut tewas."Ini adalah idenya untuk mengunjungi pameran itu, dan sekarang dia menemukan kuburnya di sana," ujar Dlugosz putus asa pada BBC yang dilansir detikcom, Senin (30/1/2006).Sementara korban selamat lainnya yang belum diketahui identitasnya, mengatakan mendengar bunyi seperti korek api patah, dan dia segera menyadari apa yang terjadi."Saya mulai berlari dan sesuatu menjatuhi saya, orang-orang menginjak-injak saya dan saya berhasil merangkak keluar," katanya kepada stasiun TVN24.Jurnalis TVN24, Jacob Parade mengatakan kepada BBC, dirinya merasa heran kenapa gedung bisa runtuh mengingat gedung tersebut tergolong masih baru. Gedung tersebut dibangun sekitar tahun 1990.Penyebab runtuhnya gedung masih belum jelas. Polisi dan petugas pemadam kebakaran memperkirakan bangunan runtuh karena tidak kuat menahan beban akibat banyaknya timbunan salju di atap.Namun manajer gedung mengaku salju telah disingkirkan secara berkala dari atap gedung. Pernyataan manager ini dikuatkan lagi oleh beberapa orang yang diwawancari oleh BBC.Menurut Graf Pietro, salju yang berada di atap gedung tidak terlalu berat. "Petugas pembersih telah melakukan tugasnya dengan baik," ujarnya kepada BBC. (ddn/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait