Survei Pilkada Medan Indo Barometer: Bobby-Aulia Unggul, 58,3% Rahasia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 07 Des 2020 15:34 WIB
Bobby Nasution-Aulia Rachman di debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)
Bobby Nasution-Aulia Rachman di debat Pilkada Medan (Foto: dok. Facebook KPU Medan)
Jakarta -

Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terkait elektabilitas calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Medan. Hasilnya, Bobby Nasution dan Aulia Rachman unggul dari pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan pada 20-24 November 2020. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Kota Medan yang berusia minimal 17 tahun.

Simulasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tertutup dengan 2 calon. Pertanyaan yang diajukan adalah 'Seandainya Pemilihan Wali Kota Kota Medan dilakukan hari ini, dari 2 pasangan calon berikut manakah yang B/I/S pilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota?'.

Hasilnya, Bobby-Aulia mengantongi 32 persen. Sementara 9,8 persen responden memilih Akhyar-Salman.

Kendati demikian, keunggulan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya itu menghadapi tantangan belum terkonsolidasinya suara responden. Sebab, masih banyak responden yang menjawab rahasia dan belum memutuskan.

"Dari head to head pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota, pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman unggul (32%) dibanding pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang dipilih (9,8%). Pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (58,3%)," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dari keterangan tertulis, Senin (7/12/2020).

Pada survei tersebut, Bobby juga relatif lebih unggul dari Akhyar dalam tingkat pengenalan, tingkat kesukaan, penilaian kemampuan, alasan memilih, kepuasan pada petahana yang rendah, dan kepuasan kepada Jokowi sebagai Presiden RI yang cukup baik.

"Namun Bobby Nasution kurang diuntungkan oleh latar belakang politik di Kota Medan, di mana PDI Perjuangan bukanlah partai dominan dalam pemilu legislatif 2014 dan 2019. Sementara calon gubernur PDIP kalah di pilkada gubernur 2013 dan 2018. Calon presiden PDIP juga kalah di pilpres 2014 dan 2019," kata Qodari.

(mae/tor)