Tahun 2006 Tidak Ada Lagi Kebijakan Impor Beras

Tahun 2006 Tidak Ada Lagi Kebijakan Impor Beras

- detikNews
Minggu, 29 Jan 2006 23:09 WIB
Subang - Meskipun sudah terlanjur mengimpor beras sebanyak 250 ribu ton, pemerintah mengharapkan tidak perlu lagi mengimpor beras pada sisa tahun 2006 ini.Untuk itu serangkaian program disiapkan untuk menjaga pasokan beras. Misalnya BUMN yang terlibat dalam perberasan akan ditingkatkan kapasitasnya.PT Sang Hyang Seri (SHS) akan menyediakan bibit unggul dengan harga yang dapat dijangkau oleh kalangan petani.PT Pupuk Kujang menjamin distribusi pupuk sampai ke petani dengan harga yang relatif murah. Sementara Kementerian Koperasi dan UKM menjamin distribusi pupuk dilakukan secara tertutup oleh koperasi."Tahun 2006 ini kita tidak perlu impor beras lagi, kalau program nya berjalan lancar," ujar Mentan Anton Apriyantono dalam sambutannya di acara panen perdana e-Farm di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Minggu (29/1/2006).Kalangan perbankan juga siap meluncurkan kreditnya untuk membantu usaha petani. Perbankan yang sudah mengajukan diri yakni BRI dan Bukopin."Jadi ke depan dengan sistem yang terintegrasi ini petani tidak perlu mengeluhkan lagi mengenai ketersediaan bibit pupuk dan pendanaan," ujar Menneg BUMN Sugiharto di tempat yang sama.Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu yakni Menneg BUMN Sugiharto, Mentan Anton Apriyantono, dan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali tampak semangat melakukan panen raya. Mereka sumringah menatap hamparan menguning siap dipanen. Dengan pola e-Farm, penggunaan bibit unggul pada lahan satu hektar mampu menghasilkan di atas enam ton beras. Total area yang dikelola PT e-Farm Bisnis Indonesia ini mencapai 10 ribu hektar di Sukamandi dengan produktifitas sekitar 9 ton per hektar.Lahan yang dikelola PT E-farm diharapkan meningkat sepuluh kali lipat lebih menjadi 157 ribu hektar, dengan lokasi di 8 kotamadya dan kabupaten di Jawa dan Sumatera. (ddn/)


Berita Terkait