Soal Tunjangan, Ketua DPRD DKI Minta Ahok Tak Patokan ke Berita Simpang Siur

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 07 Des 2020 15:07 WIB
Prasetyo Edi Marsudi
Prasetio Edi Marsudi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ngamuk karena mendapat kabar tunjangan rumah anggota DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 110 juta. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menegaskan tidak membenarkan kenaikan tunjangan itu.

"Itu saya evaluasi, semua saya evaluasi, nggak ada semua, itu kita nggak ada semua itu," kata Edi kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

Politikus PDIP ini meminta Ahok tidak berpatok pada berita yang masih simpang siur. Dia menyebut rencana kenaikan tunjangan DPRD DKI itu sudah terevaluasi.

"Jangan berpatokan pada berita yang simpang siur ini," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahok menyebut mendapat kabar di media sosial mengenai rencana kenaikan tunjangan DPRD DKI Jakarta. Nilai kenaikan tunjangan yang beredar di media sosial bikin Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu ngamuk.

Ahok menjelaskan bahwa ada info kenaikan tunjangan rumah anggota DPRD DKI menjadi Rp 110 juta dan tunjangan kendaraan Rp 35 juta.

"Saya baca sampai tunjangan rumah Rp 110 juta di media sosial. Saya pun ngamuk baca itu. Tunjangan mobil Rp 35 juta, ya saya ngamuk," kata Ahok melalui video di laman YouTube 'Panggil Saya BTP', dikutip Senin (7/12).

Dirinya pun mengaku tak segan untuk berbeda pendapat, bahkan dengan sesama anggota partai yang menaunginya. Ahok blak-blakan saat berbincang dengan anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Ima Mahdiah.

"Kamu tahu persis bagaimana saya ribut, berantem, dengan sesama orang partai saya pun tidak semua senang. Saya ngotot, saya sampai dikatakan anjing, diteriaki di Kemendagri. Saya juga balas saja, 'saya memang anjing penjaga uang Jakarta'," paparnya.

(zak/zak)