Rayakan Imlek, Glodok Sepi
Minggu, 29 Jan 2006 16:22 WIB
Jakarta - Suasana di Plaza Pinangsia, Plaza Glodok dan Pasar Glodok, Jakarta Pusat relatif sepi. Para pedagang di kawasan itu yang memang sebagian besar keturunan Tionghoa menutup tokonya untuk merayakan Imlek.Para pedagang ini baru akan membuka tokonya pada Senin, 30 Januari 2006 besok. Namun ada puluhan toko lainnya juga yang baru akan membuka tokonya pada awal Februari.Pantauan detikcom, Minggu (29/1/2006) di Plaza Pinangsia, hampir semua toko tutup. Namun ada beberapa toko yang menjual film-film bajakan yang tetap buka. Andi, pemilik toko itu mengaku nekad tetap membuka tokonya. Sebagai keturunan Tionghoa, berjualan di hari pertama Imlek merupakan pelanggaran pantangan terhadap leluhurnya. "Sebenarnya menurut pantangan orangtua, kita baru boleh berdagang di hari kedua Imlek, tidak hari pertama. Tapi kita coba cari hoki saja," ujarnya.Pembeli film pada hari pertama Imlek, menurutnya, sama seperti hari Sabtu dan Minggu lainnya. Dia panen rezeki karena toko-toko lainnya tutup. Dia berharap omsetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.Nasib berbeda dialami Thomas, pedagang elektronik di pasar Glodok, Jakarta Pusat. Dia mengaku penjualan pada hari ini relatif sepi. Dia merencanakan tokonya akan ditutup lebih awal yakni pukul 16.00 WIB. Untuk atraksi kesenian seperti Barongsai di Plaza Glodok sudah dilakukan jauh-jauh hari yakni pada 22 Januari. Sedangkan di Pasar Glodok, dilakukan pada pertengahan Februari.
(atq/)











































