Warga Kp Melayu Ribut Posko Banjir Diambil Alih
Minggu, 29 Jan 2006 13:48 WIB
Jakarta - Akibat banjir, warga yang mengungsi di SMP Santa Maria, Jalan Jatinegara Barat bertambah menjadi 500 orang. Keributan sempat meramaikan tempat pengungsian, saat posko yang didirikan warga RW 02 dan 03 diambil alih pengelolaannya oleh Kelurahan Kampung Melayu.Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (29/1/2006) warga mengaku trauma pada kejadian tahun 2005 yang lalu. Bantuan yang seharusnya mereka peroleh tidak pernah diberikan kepada warga yang menjadi korban banjir.Warga pun sempat berdialog dengan pihak kelurahan. Dan kelurahan berjanji tidak akan terulang kembali kejadian yang sama.Bantuan terus mengalir di Posko SMP Santa Maria, baik dari perorangan maupun lembaga. PMI dan Sub Dinas Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial Kota Jakarta Timur (Jaktim) menurunkan bantuan makanan untuk warga.Ketika bantuan makanan diberikan, banyak warga yang terlihat kecewa karena gagal mendapatkan kotak makanan. Peristiwa ini pun sempat menimbulkan keributan karena rebutan makanan.Sementara bantuan kesehatan seperti obat-obatan datang dari Sub Dinas Kesehatan Jaktim dan Partai Amanat Nasional.Banjir di Kampung Melayu sudah terjadi sejak Selasa 24 Januari. Banjir sempat surut, namun Jumat malam (27/1/2006) air naik lagi. Sehingga membuat arus pengungsi semakin meningkat. Ketinggin air menurut warga, hingga mencapai leher yaitu sekitar 1,5 meter dan merupakan yang tertinggi. Selain Kelurahan Kampung Melayu, banjir juga terjadi di Kelurahan Bukit Duri Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.Berdasarkan keterangan salah seorang warga kelurahan Bukit Duri, Siti Zubaidah mengatakan sudah beberapa hari tidak bisa memasak, selain itu bantuan belum ada yang masuk.
(mly/)











































