Eksklusif: Kerap Mengumpat Kasar di Medsos, Ini Pembelaan Ustadz Maaher

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 07 Des 2020 10:41 WIB
Jakarta -

"Mony*t, tol*l, g*blok, b*jing*n, mamp*s," demikian sebagian dari banyaknya umpatan kasar yang pernah dilontarkan Soni Eranata atau dikenal juga sebagai Ustadz Maaher At Thuwailibi di media sosial (medsos). Banyak pihak yang mengkritik Maaher karena ucapannya dinilai sangat jauh dari cerminan seorang ustadz. Apa pembelaannya atas ini?

"Kalau terkait dengan kata-kata kasar, saya sulit sih ya. Saya menjawabnya sulit. Agak sulit. Kenapa, karena kultural. Kulturalnya gini, terkadang kasar atau tidak kasarnya sebuah ungkapan di dalam berbahasa itu sangat asumtif. Asumtifnya kenapa, karena tergantung siapa yang mendengar," kata Maaher.

Jawaban itu disampaikan Maaher dalam wawancara eksklusif dengan tim Blak-blakan detikcom di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/12/2020) petang. Pria berkacamata ini mengenakan gamis warna abu-abu dibalut rompi tahanan warna oranye. Dia juga mengenakan peci warna putih.

Ditanya soal apa kaitannya soal kultural dengan dirinya kerap melontarkan kata-kata kasar di medsos, Maaher menjawab dirinya tumbuh besar di Kota Medan, Sumatera Utara. Dia baru tinggal menetap di Kota Bogor, Jawa Barat, kurang-lebih 6 tahun lalu. Karena itu, dia mengklaim sulit mengubah gaya bicaranya.

"Sulit. Sulitlah. Sulit karena saya kan sudah gede, sudah balig, istilahnya. Kecuali saya dari SD, dalam masa pertumbuhan di Jawa pasti ada berubah lah dari logat, dialektika, tapi kalau sudah besar, sudah dewasa sulit berubah cara bahasa," jelas Maaher.

"Untuk kultur Jawa, khususnya Jawa Barat Sunda, Jawa Tengah, termasuk teman-teman kita di NU di Pekalongan, bahasa-bahasa seperti yang saya ungkapkan, sering dilihat oleh netizen itu terbilang kasar memang, karena kulturnya demikian. Orang Jawa-Sunda itu kan santun," sambung Maaher.

Saat berbincang dengan Maaher, sosoknya memang jauh berbeda. Tutur katanya lembut, berbeda jauh dari penampilannya di medsos yang kerap berapi-api saat berbicara dan tidak jarang melontarkan kata kasar. Dia menyatakan, dalam keseharian, memang itulah sosoknya apa adanya.

"Masa saya akting, memangnya drama. Kalau kenal saya di warung, ngobrol itu seperti ini saya. Itu bahasa itu ya medsos," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2