Tim Benyamin-Pilar Sebut Sejarawan Bonnie Triyana Kampanye Hitam

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 21:49 WIB
Tim Benyamin-Pilar menilai postingan itu sebagai upaya kampanye hitam.
Reza Ahmad, tim komunikasi Benyamin-Pilar. Foto: dok. Pribadi
Jakarta -

Sejarawan Bonnie Triyana memposting cuitan yang berisi informasi soal adanya stiker dan brosur program paslon Pilkada Tangsel nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, dalam pembagian formulir C atau formulir pemberitahuan agar warga mencoblos. Tim Benyamin-Pilar menilai postingan itu sebagai upaya kampanye hitam.

Tim Komunikasi Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, Reza Ahmad, memastikan pihaknya telah menghentikan seluruh kegiatan kampanye pilkada sejak tanggal 6 Desember pukul 00.00 WIB, atau sesuai ketentuan sebelum memasuki masa tenang.

Menurut Reza, baik Benyamin Davnie maupun Pilar Saga Ichsan tunduk patuh dan taat pada aturan. Begitu juga dengan tim pemenangan, tim kampanye, relawan dan simpatisan, seluruhnya telah berhenti menjalankan kegiatan kampanye. Kini hanya tim saksi yang menyiapkan diri untuk menghadapi hari pencoblosan dan pemantauan menyeluruh dilakukan serentak agar tidak terjadi kecurangan.

"Semua kegiatan itu sudah dihentikan sejak tanggal 5 Desember. Sebelum menghentikan kampanye, kandidat dan tim pemenangan, juga dibantu relawan, bahkan melakukan pencabutan sejumlah APK yang terpasang," kata Reza kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Terkait postingan Bonnie Triyana, Reza menyatakan itu merupakan kampanye hitam. Dia menyebut Bonnie sebagai tim salah satu paslon.

"Kita tahu Bonnie itu timnya Rano Karno waktu pilgub lalu. Semua tahu Rano Karno adalah tim kampanye Muhamad-Saraswati. Dari narasi yang dituliskannya saja kita tahu mau ke mana arahnya. Dia menyebut ada bingkisan, seolah ada pemberian barang atau uang, padahal itu APK saja yang sesuai aturan KPU. Saya tegaskan seluruh kegiatan kampanye termasuk kampanye door to door telah berakhir pada Sabtu," ujarnya.

Di sisi lain, Reza memastikan tim Benyamin-Pilar akan kooperatif untuk mengonfirmasi unggahan yang dituduhkan Bonnie. "Kami siap kapan pun untuk mengonfirmasi bahwa apa yang dituduhkan Bonnie bukanlah sebuah kebenaran, melainkan bagian dari kampanye negatif atau kampanye hitam yang coba mendiskreditkan paslon kami," ujar Reza.

Reza melanjutkan, ada banyak sekali fitnah dan hasutan yang diarahkan kepada pasangan Benyamin-Pilar. Dia menyebut ada semacam operasi besar-besaran, biasa disebut operasi politik, untuk menjatuhkan nama Benpilar, demikian biasa pasangan Benyamin-Pilar disingkat.

"Operasi seperti itu dibuat seolah kami melanggar aturan dan lain sebagainya lalu mereka sebarkan di sosial media. Padahal kalau benar-benar ada kejadiannya, seharusnya laporkan saja ke Bawaslu atau ke aparat penegak hukum. Seperti kami, sekarang sudah melaporkan banyak pelanggaran yang dilakukan baik oleh kubu Muhamad maupun kubu Azizah. Ada dugaan money politics, intimidasi, kampanye di hari tenang, iklan di hari tenang dan banyak lagi yang lainnya," tambahnya.

Reza berharap Bawaslu dan penegak hukum lain bertindak tegas, tidak tebang pilih dan berlaku adil.

"Jangan takut dengan backup tokoh-tokoh besar. Karena lancarnya pilkada adalah harapan kita bersama. Mohon awasi jangan sampai ada dana deras mengalir untuk memenangkan salah satu paslon, semua punya kewajiban menyukseskan pilkada Tangsel agar aman dan damai," pungkasnya.

(tor/tor)