Orangtua Bayi Kembar Siam Butuh Biaya Operasi

Orangtua Bayi Kembar Siam Butuh Biaya Operasi

- detikNews
Sabtu, 28 Jan 2006 22:30 WIB
Yogyakarta - Orangtua bayi kembar siam Lestari-Rahayu, membutuhkan biaya untuk operasi pemisahan. Saat ini Anita Rusmiatun Lestari dan Anita Rusmiatun Rahayu masih dirawat intensif di RSU Dr sardjito Yogyakarta."Kalau melihat rincian biaya dari tim dokter rumah sakit. Saya awang-awangen (ragu-ragu-red) untuk memikirkannya," kata Riswanto kepada wartawan di RSU Dr Sardjito Jl Kesehatan, Sabtu (28/1/2006).Menurut Riswanto, untuk memisahkan kedua anaknya yang lahir pada Sabtu (21/1/2006) pukul 23.00 WIB itu membutukan biaya yang cukup besar. Sementara itu ibu sang bayi, Umiyatun meninggal 7 jam setelah melahirkan akibat pendarahan pada Minggu (22/1/2006) pukul 07.00 WIB."Untuk memikirkan biaya hidup anak pertama dan bayi kembar itu, saya sudah bingung. Apalagi untuk biaya operasi yang ratusan juta rupiah itu. Makanya saya pasrah saja sama rumah sakit mengenai bayi saya," kata Riswanto yang hanya bekerja sebagai buruh itu.Saat lahir melalui bidan desa di Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Bantul itu tutur Riswanto, kedua bayi bersama ibunya langsung dibawa ke RSU Panembahan Senopati Bantul. Namun, kemudian mereka dirujuk untuk dibawa ke RSU Dr Sardjito. Saat ini kedua bayi yang berbobot 5,4 kg dan panjang 60 cm itu terus menjalani perawatan intensif dibawah pengawasan tim dokter terpadu. 40 dokter yang berasal dari RSU Dr Sardjito Yogyakarta terus menjaga kondisi kedua bayi itu.Sementara itu secara terpisah salah satu tim dokter yang menangani kasus itu, dr Setya Wandita mengatakan tim dokter masih melakukan pemantauan terhadap kesehatan kedua bayi itu. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Ischiopagus itu."Kami masih melakukan observasi dan pemeriksaan semua organ tubuh bayi hingga dua bulan ke depan. Memang harus secepatnya dilakukan operasi sebab bisa bayi sudah tumbuh dewasa akan semakin susah," kata Setya.Menurutnya, kondisi terakhir kedua bayi masih normal, fungsi ginjal kanan normal, namun ginjal kiri tidak tervisualisasi. Ureter dan kandung kemih juga dalam batas normal. Kedua bayi itu juga punya dua anus, dua kandung kemih. Hanya saja tim dokter belum bisa memastikan jenis kelaminnya."Semua normal, tim masih memikirkan secar teknis untuk pembedahannya yang akan dipimpin oleh dr Rochadi. Saat ini perlu dilakukan pemantauan dan eksplorasi mengenai pembuluh darah kedua bayi, apakah menyatu atau terpisah," kata Setya. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini