Soal Fitnah JK, Massa Datangi Polda Tuntut Tangkap Danny Pomanto

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 22:42 WIB
liansi Bugis Makassar Bersatu (ABMB) melakukan aksi unjuk rasa
Foto: Istimewa
Jakarta -

Rekaman percakapan Calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto yang menyebut Jusuf Kalla (JK) di balik penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK berbuntut panjang. Ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Bugis Makassar Bersatu (ABMB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mako Polda Sulsel sore tadi.

Para demonstran menuntut Kapolda Sulsel untuk segera menangkap dan memenjarakan Danny Pomanto atas pernyataannya yang mengandung fitnah dan mencemarkan nama baik Jusuf Kalla.

"Pak JK sebagai tokoh Bugis Makassar telah dizolimi, difitnah dan dicemarkan nama baiknya oleh Danny Pomanto. Kami tidak terima. Kami sangat tersinggung. Tidak sepantasnya calon wali kota itu menyinggung tokoh yang sangat kami hormati," seru Nurcholis, salah satu pendemo, dalam keterangannya,Sabtu (5/12/2020).

"Ayo rapatkan barisan. Kami minta Kapolda Sulsel tangkap Danny. Kami tidak terima. Segera proses secara hukum," tegasnya.

Jika tuntunannya tersebut tidak ditindaklanjuti dalam waktu 1X24 jam maka ABMB mengancam akan mengerahkan lebih banyak massa.

"Jika 1X24 jam Danny tidak ditangkap maka kami akan membawa massa lebih besar lagi," ungkap Nurcholis.

Diketahui viral rekaman yang diduga suara Danny Pomanto yang menurut video tersebut berlokasi di Jalan Amirullah (kediaman Danny Pomanto di Makassar), pada 27 November 2020.

Dari rekaman itu, suara percakapan yang diduga Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini. Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan. Pada rekaman itu, juga disebutkan bahwa penangkapan Edhy Prabowo akan berimbas pada keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo demi kepentingan Pilpres 2024 mendatang.

"Kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel (Baswedan) yang tangkap berarti JK (Jusuf Kalla) - Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya di JK," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Danny Pomanto mengakui suara tersebut adalah miliknya. Hanya, Danny menyebut perbincangan tersebut hanyalah sebuah analisa politik dan perbincangan lepas dirinya dengan beberapa orang.

"Jadi itu adalah percakapan di dalam rumah saya. Dalam rumah saya orang rekam. Jadi sebenarnya itu adalah percakapan biasa, analisis politik dan hak setiap orang kan begitu. Sebenarnya saya korban ini. Kenapa ada yang rekam dan sebar. Aneh," ujar Danny kepada detikcom.

"Orang tanya bagaimana dampaknya dan saya terangkan tidak ada karena ini konstelasi nasional. Ini perbincangan pribadi, diskusi gitu," imbuhnya.

Lebih lanjut Danny menyebut jika pihak yang merekam perbincangan itu adalah tamunya yang sedang berdiskusi dengannya. Selanjutnya, tim hukum Danny berencana akan menindaklanjuti penyebaran rekaman tersebut.

(mul/mpr)