Pelabuhan Pupuk Kaltim Masuk dalam 8 Pelabuhan Sehat dari Kemenkes

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 16:29 WIB
Pupuk Kaltim
Foto: Pupuk Kaltim
Jakarta -

Pelabuhan Pupuk Kaltim ditetapkan sebagai salah satu dari delapan pelabuhan sehat di Indonesia tahun 2020. Penetapan Ini berdasarkan kriteria Kementerian Kesehatan yang dinilai memenuhi seluruh unsur penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2014 dan diberikan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional beberapa waktu lalu.

VP Pelabuhan dan Pengapalan Pupuk Kaltim Agus Jaya Saputra menyebut komitmen itu dilihat pada sejumlah langkah yang diterapkan Pupuk Kaltim dalam mewujudkan lingkungan pelabuhan yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk komunitas pekerja serta masyarakat pelabuhan, khususnya dalam melaksanakan aktivitas yang tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Penyelenggaraan pelabuhan sehat sesuai Permenkes, direalisasikan pada sejumlah upaya pengelolaan kualitas lingkungan secara fisik dan sosial berdasarkan beberapa indikator, antara lain penyelenggaraan kesehatan lingkungan yang optimal, penataan sarana dan fasilitas sesuai standar kesehatan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat bagi para pekerja, optimalisasi aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

"Seluruh indikator tersebut melalui verifikasi Kementerian Kesehatan, hingga dinyatakan memenuhi kriteria pelabuhan sehat sesuai Permenkes 44 Tahun 2014," ujar Agus Jaya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/12/2020).

Begitu pula untuk antisipasi dan penanganan COVID-19, pelabuhan Pupuk Kaltim melakukan sejumlah upaya konkret bagi seluruh aktivitas sandar kapal dan proses pemuatan barang. Mulai dari penerapan protokol kesehatan kerja sesuai kebijakan perusahaan, pengecekan kapal di area anchorage oleh petugas kesehatan sebelum memasuki area pelabuhan Pupuk Kaltim, kebijakan pelarangan turun bagi kru kapal yang masuk, serta mewajibkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi seluruh crew kapal, utamanya yang berasal dari zona merah.

"Kebijakan tersebut diberlakukan tanpa terkecuali bagi seluruh kapal, sehingga potensi dan risiko kesehatan dari COVID-19 bisa diantisipasi secara optimal," tambah Agus Jaya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, menyebut penyelenggaraan pelabuhan sehat sebagai salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan dan jaminan pelayanan pelabuhan yang aman dan bebas dari risiko kesehatan, khususnya COVID-19.

Pupuk Kaltim juga menggandeng KKP Kelas II Samarinda dan KSOP Kelas II Bontang pada pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pemantauan bagi kapal masuk, sehingga aspek K3 serta implementasi pelabuhan sehat terlaksana optimal dengan evaluasi berkala.

"Diraihnya penghargaan pelabuhan sehat dari Kemenkes menjadi motivasi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan pelayanan, serta jaminan bagi seluruh aktivitas di pelabuhan Perusahaan akan potensi risiko kesehatan," terang Qomaruzzaman.

Peningkatan komitmen dan pelayanan pelabuhan sehat juga terus dimaksimalkan Pupuk Kaltim, seperti pemeliharaan dan penambahan fasilitas, hingga evaluasi serta pengujian kualitas lingkungan secara berkala, sehingga seluruh aktivitas yang berjalan mampu meningkatkan kontribusi pelabuhan terhadap kinerja dan realisasi target Perusahaan.

"Komitmen penyelenggaraan pelabuhan sehat telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis Pupuk Kaltim, dengan berbagai peningkatan yang terus dimaksimalkan, sehingga transformasi bisnis yang berjalan mampu didukung seluruh pihak di lingkungan Perusahaan," pungkas Qomaruzzaman.

(mul/ega)