Debat Pilkada Medan

Debat Akhyar-Bobby soal Kota Metropolitan, Antara Jumlah Warga Vs Jalan Mulus

Ahmad Arfah - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 16:23 WIB
Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi saat debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)
Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi saat debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)
Medan -

Calon Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Bobby Nasution berbeda pandangan soal standar metropolitan. Akhyar awalnya bicara soal persiapan investasi serta kegiatan pemerintah pusat di Medan.

"Kegiatan pemerintah pusat ada di Medan, masih banyak yang belum terlaksana. Kota Medan butuh tambahan flyover dan underpass antara lain di Simpang Glugur, simpang Aksara, di simpang Tanjung Sari. Ini dalam rangka menuju kerja sama pusat dan daerah," ucap Akhyar dalam debat Pilkada Medan, Sabtu (5/12/2020).

Akhyar mengatakan Medan telah menyiapkan diri untuk investasi di Medan. Rekan duet Akhyar, Salman Alfarisi, kemudian menyebut semangat Medan menjadi kota masa depan harus dikomunikasikan dengan baik sebelum menerima program dari pusat.

Bobby kemudian menanggapi ucapan Akhyar. Dia menilai kota metropolitan punya standar.

"Apakah hari ini Medan sudah masuk kota metropolitan? Yang saya tahu, metropolitan itu jalannya harus bagus, bebas banjir, ada juga transportasinya terintegrasi dan terjaminnya energi," ucap Bobby.

Bobby Nasution-Aulia Rachman di debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)Bobby Nasution-Aulia Rachman di debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)

Setelah itu, Akhyar menanggapi ucapan Bobby. Dia menyebut, berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kementerian PUPR, kota metropolitan merupakan kota dengan jumlah penduduk mencapai 1 juta jiwa.

"Berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kementerian PUPR, yang disebut kota metropolitan adalah kota yang berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa. Jadi Medan kota metropolitan," ucap Akhyar.

"Jadi bukan ada yang lain-lain," sambungnya.

(haf/haf)