Gelar Istigasah, Gus Muwafiq dan Nahdliyin Surabaya Doakan Eri Cahyadi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 16:23 WIB
Nahdliyin Surabaya
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ribuan Nahdliyin Surabaya bermunajat dan berdoa untuk kesuksesan Pilkada Kota Surabaya 9 Desember 2020 mendatang. Acara ini berpusat di Pondok Pesantren Attauhid Sidoresmo Dalam yang diasuh oleh KH. Mas Mansur Tolchah.

"Kami mendoakan Pilwali mendatang aman, lancar, damai, dan berkualitas. Selain itu, tentu berdoa untuk minta Ridho ALLAH SWT agar Eri Cahyadi memimpin Kota Surabaya," ujar Abdul Halim, selaku koordinator Relawan Gus Eri Cahyadi sekaligus penyelenggara kegiatan dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Pada kesempatan itu hadir pula Pengasuh Pesantren Hikmatun Najiyah Sidoresmo Dalam KH Mas Sulaiman Nur untuk memimpin iftitah. Sementara kiai sepuh lainnya, seperti KH Abdullah Qasim, KH Qadli Syafi'i, KH Kemas Abdurrahman, KH. Mas Mansur Muhajir, KH. Mas Faqihuddin Muhajir, KH. Mas Imam dan para masyayikh lainnya yang turut hadir secara bergantian memimpin doa.

Kegiatan istigasah juga dihadiri Eri Cahyadi, calon Wali Kota Surabaya yang merepresentasikan kaum Nahdliyin. Selama ini, Eri memang dikenal sebagai sosok yang lekat dengan keluarga besar Nahdliyin.

Ia lahir dari keluarga Pesantren Sidoserma serta tumbuh dalam kultur dan pendidikan NU. Sehingga para kiai, bu nyai, santri bersama warga Nahdliyin tampak sangat antusias mengikuti istigasah tersebut.

Lebih lanjut Eri Cahya menyampaikan rasa terima kasih atas dorongan dan dukungan dari para Kyai serta Komunitas Nahdliyin Surabaya. Bagi Eri, dukungan tersebut memberikan kekuatan dalam pencalonannya sebagai Wali Kota Surabaya.

Tak lupa, Eri Cahyadi juga menyampaikan tekadnya untuk mewujudkan kemaslahatan warga Kota Surabaya sebagaimana yang diharapkan oleh para kiai, dan ingin mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Selanjutnya, Gus Muwafiq yang hadir secara virtual menyampaikan tausiah. Dimulai dengan doa dan keyakinannya bahwa Eri Cahyadi akan menjadi sosok pemimpin Kota Surabaya berikutnya, dengan dukungan warga Nahdliyin.

Gus Muwafiq juga berharap Wali Kota Surabaya mendatang mampu mewujudkan Surabaya sesuai fitrahnya, yakni Kota para Wali. Menurutnya, Surabaya ini didirikan oleh para wali beserta sistem sosial dan sistem nilai yang juga merupakan konseptual para wali.

Oleh karenanya, dia mengatakan nusantara ini disebut 'wilayah', berasal dari kata "wali". Pemimpin Surabaya juga disebut "wali kota". Demikian pula banyak terma adopsi dari konsepsi para Wali, seperti rakyat (raiyyah), musyawarah, dan lain sebagainya.

Terakhir, Gus Muwafiq menutup tausiahnya dengan memanjatkan doa, semoga di Pilkada Surabaya tahun 2020 ini, akan terpilih sosok wali kota yang paham betul jati diri kotanya, kota Wali, dan juga mengerti konsep-konsep Wali.

"Semoga apa yang dipanjatkan dalam doa-doa pada acara ini diijabah oleh ALLAH SWT," harapnya.

Sebagai informasi, kegiatan istigasah ini juga tersambung secara virtual dengan jemaah-jemaah Nahdliyin yang berkumpul di 31 kecamatan dan lebih dari 10 titik di seluruh Surabaya. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

(mul/ega)