KPK: Tren Calon Kepala Daerah 2020 Didominasi Pengusaha

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:50 WIB
Pahala Nainggolan
Pahala Nainggolan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan muncul tren calon kepala daerah (cakada) pada Pilkada Serentak 2020 berasal dari pengusaha. KPK menyebut hal ini terjadi karena pengusaha dianggap lebih kaya.

"Tren dominasi cakada pengusaha dan swasta ini berlanjut 2020 ini yang masuk ke KPK ini kalau dia petahana dia bilangnya jabatan sekarang, tapi kalau dia yang baru dia sebut saya pengusaha," kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan saat jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020).

"Nah, ini kita lihat bahwa seperti diduga bahwa pengusaha pasti lebih kaya dibanding non-pengusaha gitu," imbuhnya.

Pahala menerangkan, pada data 2017, pengusaha memiliki persentase tertinggi terkait pencalonan kepala daerah. Data ini, sebut Pahala, naik bila dibanding pada 2015.

"Yang kita lihat bahwa pengusaha persentasenya waktu itu dari 44, 49, tertinggi tahun 2017, 45, dan sekarang 45 persen, padahal sebenarnya dulu 2015 dia masuk dengan pengusaha. Nah, ini kita lagi cari datanya berapa tambahan 45 persen," tuturnya.

Pahala menuturkan para pengusaha ini memiliki pemikiran bahwa mereka mampu maju dengan harta yang bisa dipenuhi. Mereka pun akhirnya lebih memilih mencalonkan diri daripada menjadi donatur.

"Kita yakin bahwa ini di atas 45 persen dan ini mendominasi, kita lihat bahwa sekarang pengusaha lebih simpel, kita ngomong dengan asosiasi 'daripada saya jadi donatur saya maju aja Pak, wong kabupaten kan cuman Rp 20-30 miliar saya punya juga duit segitu,'" katanya.

(rfs/rfs)