Hati-hati Kena Tipu, Simak Modus-Modus Mafia Tanah Palsukan Sertifikat

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 13:28 WIB
Polda Metro Jaya bongkar mafia tanah pemalsu sertifikat Rp 6 M.
Polda Metro Jaya bongkar mafia tanah pemalsu sertifikat Rp 6 M. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya baru-baru ini menangkap mafia tanah yang memalsukan sertifikat rumah Rp 6 miliar. Dari 8 tersangka yang ditangkap, salah satunya adalah seorang napi yang masih menjalani hukuman di LP Cipinang.

Sindikat ini juga melibatkan notaris & PPAT. Ada dua orang notaris & PPAT yang ditangkap karena ikut terlibat dalam pemalsuan sertifikat.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan mafia tanah ini bekerja secara sindikat. Nyaris tidak ada pelaku tunggal dalam kejahatan ini.

"Tindak pidana pertanahan hampir tidak pernah dilaksanakan oleh satu orang. Tetapi, dia harus beramean karena, memang terus berpanjang-panjang dan ini banyak terjadi dan alhamdulillah beberapa perkara kita ungkap," ujar Kombes Tubagus Ade di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Dia menjelaskan modus operandi yang dilakukan oleh sindikat ini. Para pelaku melancarkan aksinya dengan membujuk rayu korban dengan berbagai cara, salah satunya menawarkan keuntungan dengan catatan korban mau mengagunkan sertifikat ke bank sebagai modal usaha.

"Upayanya dengan bujuk rayunya agar sertifikat itu berpindah tangan dulu. Sertifikat itu berpindah tangan kalau yang ini melalui perbankan, dari perbankan ditebus setelah ditebus kemudian ada beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya perpindahan hak," tuturnya.

"(Modus perpindahan hak milik) ada bisa (berupa) hibah, waris, jual beli, dan karena putusan pengadilan. Nah ini berpindahnya dari satu orang ke orang lain melalui akta jual-beli," katanya.

Dalam kasus ini polisi menangkap 2 orang notaris & PPAT yakni SHS dan RAG. Mereka terlibat dalam perpindahan hak aset atas korban tanpa prosedur yang seharusnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.