PBB Hapus Ganja dari Obat Berbahaya, PKB: Untuk Medis Kita Harus Dukung

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 12:48 WIB
Faisol Riza
Faisol Riza (Erlangga/dpr.go.id)
Jakarta -

Komisi Obat Narkotika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghapus tanaman ganja dari kategori obat paling berbahaya. PKB mendukung keputusan tersebut apabila digunakan untuk keperluan medis, namun tetap dengan pengawasan ketat.

"Kalau untuk medis, kita harus dukung, dengan pengawasan yang superketat," kata Waketum PKB Faisol Riza kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Ketua Komisi VI DPR RI ini menilai Indonesia perlu melakukan hal serupa. Khususnya bila sudah tidak ada alternatif pengobatan lain di bidang medis.

"Untuk medis harus kita lakukan jika memang tidak ada alternatif lain untuk pengobatan," ujar Faisol.

Kendati demikian, Faisol juga menyoroti pentingnya masukan dan pandangan masyarakat terkait pengobatan yang menggunakan ganja. Ia juga menekankan pentingnya restu dari para tokoh agama.

"Yang diperlukan adalah pandangan para tokoh agama agar motif pengobatan ini mendapatkan blessing," katanya.

Lebih lanjut Faisol menyoroti potensi penyalahgunaan ganja. Karena itu, ia mendorong agar ada regulasi ketat yang mengatur dan mengawasi ganja sebagai narkotika.

"Selain itu, pemerintah harus mengatur regulasinya dengan ketat sehingga tidak ada penyalahgunaan, termasuk memperketat pengawasan. Ini juga akan berimplikasi pada beberapa ketentuan hukum khususnya ganja sebagai narkotika," ujar Faisol.

Seperti apa awalnya PBB menghapus ganja dari obat berbahaya? Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2