Cegah Stunting, Posyandu Dibuka Kembali dengan Protokol Kesehatan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 10:16 WIB
Kemenkes
Foto: dok. Kemenkes
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang, tidak terkecuali layanan pemantauan kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Banyak Posyandu tutup sejak awal masa pandemi Maret lalu sehingga menghambat pemantauan perkembangan balita dan program pencegahan stunting. Meski demikian, beberapa kegiatan imunisasi tetap dilakukan melalui kerjasama dengan petugas kesehatan/bidan.

Menyadari pentingnya pemantauan perkembangan balita dan kontinuitas program pencegahan stunting, Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas, 5 Agustus 2020 meminta agar Posyandu kembali dibuka dengan memerhatikan protokol kesehatan.

Dilansir dari rilis resmi Kemenkes, Posyandu penting untuk tetap dibuka dalam masa pandemi mengingat posyandu adalah wadah pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan balita, ibu hamil serta ibu menyusui. Tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Jika Posyandu tidak berjalan karena berada di zona tertentu, maka akan menunda pemantauan pada 1.000 hari pertama kehidupan, sejak ibu hamil, menyusui hingga anak usia dua tahun. Ini adalah usia yang rawan. Itu sebabnya, apa pun zonanya, Posyandu sebaiknya berjalan," ujar Kemenkes dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Merujuk Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Posyandu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), ada lima prinsip operasional Posyandu selama pandemi. Pertama, hari buka dan pelayanan mengikuti kebijakan daerah penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut dan wilayah sekitarnya.

Kedua, memprioritaskan kegiatan mandiri menggunakan buku KIA. Ketiga, menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak). Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, konsultasi jarak jauh, dan janji temu. Kelima, hanya petugas dan pengunjung yang sehat boleh datang pada hari buka Posyandu.

Kegiatan percontohan penerapan protokol kesehatan tersebut telah dilakukan di Posyandu Sari Kemuning 1 dan Sari Mawar 3, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Selain survei 'Kesediaan Orang Tua Membawa Anak ke Posyandu', kegiatan juga dipersiapkan secara rinci mulai dari lokasi hingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader.

"Untuk pelaksanaan Posyandu tersebut, tentunya kami lakukan briefing dengan para kader Posyandu bagaimana nanti Posyandu bisa berjalan dengan aman," ujar Kepala Puskesmas Wanasari, Kecamatan Cibitung, Bekasi Kristina Br. Ginting.

Lebih lanjut, Kristina menjelaskan di antara persiapan pelayanan Posyandu adalah membersihkan ruangan dan peralatan yang akan dipakai secara menyeluruh serta menyemprotkan disinfektan. Pembersihan ruangan dan peralatan juga dilakukan secara berkala. Tidak hanya itu, para kader yang bertugas diperiksa kesehatannya, serta dibekali alat pelindung diri (APD).

Kemudian, untuk mencegah kerumunan, para kader Posyandu memberikan undangan kepada seluruh sasaran. Para sasaran, yaitu orang tua dan balita mereka, datang sesuai jadwal yang ditentukan dalam kondisi tubuh sehat, wajib memakai masker, balita memakai baju lengan panjang serta mematuhi protokol kesehatan 3M. Mereka yang dalam keadaan sakit melapor dan tidak diperkenankan datang untuk mencegah potensi penularan penyakit.

Kegiatan yang dilakukan di hari buka Posyandu berupa penimbangan dan pengukuran panjang/tinggi balita, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi dalam bentuk kapsul untuk diteteskan di rumah, pelayanan KB suntik, konsultasi individu, pemberian makanan tambahan, serta pembagian flyer dan stiker sebagai sarana edukasi pencegahan penularan COVID-19. Sementara itu, layanan KB lainnya seperti pembagian kontrasepsi dilakukan dengan janji temu.

Masyarakat memberi tanggapan positif atas dibukanya kembali Posyandu. Para sasaran Posyandu menilai, pembukaan kembali Posyandu membantu mereka mengetahui dan memantau perkembangan anak.

"Setelah sekitar lima bulan tutup, anak saya nggak timbang berat badannya setiap bulan. Biasanya kan tiap bulan selalu ditimbang, cek tinggi badan. Untung sekarang sudah dibuka kembali," ujar salah satu sasaran Posyandu bernama Nining.

(prf/ega)