Cerita Perawat RSDC Wisma Atlet yang Siap Divaksin COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 21:20 WIB
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH (Pakar Imunisasi) dan Lia Gustina AMD.Kep (Perawat RSDCC Wisma Atlet) memberikan paparan dalam dialog produktif bertema Siapkan Kedatangan Vaksin di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.
Foto: KPCPEN
Jakarta -

Tidak hanya masyarakat umum yang siap divaksin COVID-19. Dukungan dan kesiapan juga mengalir dari para tenaga medis yang menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

Dukungan itu disampaikan salah seorang perawat Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta, Lia Gustina. Sebagai tenaga medis yang bekerja 24 jam menangani pasien, Lia sangat berisiko tinggi untuk tertular.

"Saya mewakili tenaga medis dan perawat di RSDC Wisma Atlet, mendukung penuh program vaksinasi COVID-19 agar kami dapat terus menolong masyarakat yang terkena COVID-19. Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran COVID-19 ini," ujar Lia dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

Hal itu diungkapkannya dalam Dialog Produktif bertema 'Siapkan Kedatangan Vaksin' yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Dikatakan perawat asal Lampung ini, dirinya sudah tujuh bulan lamanya bekerja di RSDC Wisma Atlet Jakarta. Sejak itu pula hingga saat ini, ia belum bertemu sanak saudaranya. Biasanya Lia hanya mengandalkan panggilan suara dan video untuk berkomunikasi.

"Niatnya untuk misi kemanusiaan, untuk mengabdi dan merawat pasien," ujarnya.

Ia mengakui segala pekerjaan yang dilakoninya tidak pernah menjadi beban. Bahkan menurut Lia, banyak hal dan pengalaman yang didapatnya dari pasien, seperti banyak mengenal orang-orang hebat, termasuk sukarelawan dari Sabang sampai Merauke.

Lia juga berharap pandemi dapat segera berakhir melalui program vaksinasi agar dapat segera kembali bertemu dengan sanak saudaranya. Oleh karena itu, yang ia harapkan dari masyarakat adalah terus mendukung penuh garda terdepan penanganan COVID-19 dengan cara mengusahakan tidak tertular dan disiplin melakukan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Saya berharap masyarakat juga mendukung kami, tenaga medis garda terdepan penanganan COVID-19, bisa lewat program vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan, pakai masker (3M)," tutupnya.

(akn/ega)