Edhy Prabowo Akui Barang Bukti Sitaan KPK Hasil Shopping-nya di Amerika

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 20:16 WIB
Tersangka dugaan suap ekspor benur, Edhy Prabowo usai diperiksa KPK
Tersangka dugaan suap ekspor benur, Edhy Prabowo, usai diperiksa KPK. (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus suap ekspor benur, Edhy Prabowo, telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi hari ini. Dalam pemeriksaan itu, Edhy mengakui kepada KPK bukti-bukti yang disita adalah miliknya.

"Saya dikonfrontasi dengan bukti-bukti, itu saya akui semuanya," kata Edhy kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2020).

Menteri KKP nonaktif ini tak menjabarkan lebih jauh barang apa saja yang ia beli di Amerika. Namun, Edhy menyebut ada barang berupa baju yang turut disita sebagai alat bukti oleh penyidik.

"Barang-barang yang saya belanjain, saya beli di Amerika kayak baju, apa, semuanya," ungkapnya.

Lebih lanjut terkait sepeda yang disita KPK pada penggeledahan Rabu (2/12) kemarin, Edhy mengaku membelinya di Amerika. Namun ia tak mau merinci merek atau jenis sepeda yang disita di rumah dinasnya itu.

"Saya beli sepeda kan waktu di Amerika. Ya, maksud Anda kan sepeda yang di rumah saya, tanya sama penyidik," katanya.

Diketahui, KPK telah menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo. Dari hasil penggeledahan itu, KPK menyita 8 unit sepeda yang diduga hasil penerimaan suap dalam kasus ekspor benih lobster atau benur.

"Pada penggeledahan tersebut, ditemukan dan diamankan antara lain sejumlah dokumen terkait perkara ini, barang bukti elektronik dan 8 unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (3/12).

Selain itu, KPK menyita mata uang rupiah dan mata uang asing senilai Rp 4 miliar. Ali menyebut penyidik akan segera menganalisis barang yang diamankan tersebut untuk bisa disita sebagai alat bukti.

"Ditemukan juga sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing dengan total senilai sekitar Rp 4 miliar. Tim penyidik akan menganalisa seluruh barang dan dokumen serta uang yang ditemukan dalam proses penggeledahan tersebut untuk selanjutnya segera dilakukan penyitaan untuk menjadi barang bukti dalam perkara ini," ungkap Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2