Sumsel Waspadai Penyelundupan Beras Impor

Sumsel Waspadai Penyelundupan Beras Impor

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2006 20:30 WIB
Palembang - Sumatera Selatan menolak pelaksanaan impor beras. Karena itu, pengawasan terhadap beras yang masuk ke provinsi ini akan diperketat. "Kami harus mewaspadai penyelundupan beras dari luar negeri yang dilakukan pengusaha yang nakal," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatra Selatan, Trisbani Arief, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Jumat (27/1/2006). Ia meminta Bulog juga bertindak fair. Jika ada beras impor maka harus langsung dimasukan ke gudang dan tidak dijual. Penolakan impor beras oleh Sumatra Selatan, menurutnya, cukup beralasan. Sebab pada Januari-Maret 2006, Sumatera Selatan akan melakukan panen raya dengan luas lahan 280.855 hektar, yang diperkirakan menghasilkan 727.746,8 ton beras. Mengenai ancaman fuso akibat banjir di sejumlah daerah seperti di Ogan Komering Ulu Timur, menurutnya, tidak akan berpengaruh dengan produksi beras. Sebab, lahan persawahan yang akan dilanda diperkirakan hanya sekitar 2.059 hektar dan usia tanamnya berkisar 30 hari. Sementara harga beras di sejumlah pasar di Palembang rata-rata mencapai Rp 4.500 per kilogram. "Ya, naik berkisar Rp500 per kilogram," kata Akuan, pengecer beras di Pasar Kutobatu. Beras medium yang sebelumnya dijual Rp 3.750 kini dijual Rp 3.400 per kilogram. Sementara beras dengan mutu baik yang sebelumnya dijual Rp 4.000 kini dijual Rp 4.600 per kilogram. (ton/)


Berita Terkait