437 Orang Dites Swab Kontak Erat dengan Anies-Riza, 24 Positif COVID-19

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 21:53 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan didampingi Wagub Riza Patria saat memberikan pesan untuk seluruh ASN di Pemprov DKI
Gubernur DKI Anies Baswedan didampingi Wagub Riza Patria. (Foto: Tangkapan Layar)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan tracing atau penelusuran usai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria positif COVID-19. Tracing itu dilakukan terhadap orang-orang yang kontak erat bersama Anies dan Riza.

Kadinskes DKI Jakarta Widyastuti mengatakan untuk orang yang kontak erat dengan Anies ada 158 orang yang dilakukan tes usap. Sementara untuk kontak erat dengan Riza ada 279 orang yang melakukan tes usap.

"Hingga Selasa (1/12) kemarin, kami di Dinkes DKI Jakarta dan jajaran telah mencatat 158 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Gubernur dan 279 orang telah dilakukan tes usap dari kontak erat Wakil Gubernur sehingga total pelacakan kontak kasus sejauh ini adalah 437 orang," ujar Widyastuti melalui keterangan tertulis di situs PPID Pemprov DKI Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Widyastuti menjelaskan, berdasarkan hasil tracing pada 1 Desember 2020, 158 orang yang melakukan kontak erat dengan Anies hasilnya 5 positif Corona, 111 negatif, dan 42 orang menunggu hasil. Sedangkan untuk kontak erat 279 orang dengan Wagub Riza Patria dari tracing 28 November sampai 1 Desember 2020, hasilnya 19 positif, 185 negatif, dan 75 lainnya masih menunggu hasil. Saat ini, ada 24 orang positif Corona dari kontak erat Gubernur dan Wagub DKI Jakarta.

"Sesuai dengan definisi dari Kemenkes bahwa kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Jadi pelacakan kontak (contact tracing) yang kami lakukan bukan menyatakan siapa yang tertular dari Gubernur maupun Wakil Gubernur, tapi siapa saja yang tertular bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Data kasus konfirmasi positif hasil contact tracing bukan menentukan penularannya dari Gubernur maupun Wakil Gubernur, tapi menentukan klaster kasus yang bersamaan terjadi selama masa inkubasi COVID-19," katanya.

"Sekali lagi, kami menegaskan bahwa mereka yang terkonfirmasi positif dari hasil pelacakan kontak tidak menentukan sumber penularannya adalah Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Saat ini belum ditemukan kasus positif di antara mereka yang berinteraksi langsung dengan Gubernur baik dari keluarga maupun tim kerja setelah Gubernur dikonfirmasi positif. Kepada mereka yang terkonfirmasi positif sedang dalam proses penelusuran lebih lanjut. Beberapa kasus ditemukan bahwa periode penularan sebelum berinteraksi dengan Gubernur dan merupakan bagian dari klaster keluarga masing-masing. Jadi kami mendata ada klaster terpisah yang ditemukan karena dilakukan tes masif di lingkungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur," sambungnya.

Diketahui, Anies terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap PCR yang keluar pada Selasa (1/12) dini hari. Anies melaksanakan tes PCR di Balai Kota, Senin (30/11) siang.

Sementara itu, Wagub Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif Corona pada Jumat (27/11) lalu. Kini Riza menjalani isolasi mandiri.

"Kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali," jelas Ahmad Riza Patria dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu (29/11).

Riza mengatakan dirinya melaksanakan isolasi mandiri. Dinas Kesehatan juga mengawasi kondisi kesehatan Riza.

"Sebagaimana prosedur kesehatan yang telah ditetapkan WHO, setiap pasien terkonfirmasi positif COVID-19 wajib melakukan isolasi mandiri dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan, baik di level Puskesmas hingga rumah sakit," ujarnya.

(man/idn)