Karikatur Nabi Muhammad Picu Kemarahan Arab Saudi

Karikatur Nabi Muhammad Picu Kemarahan Arab Saudi

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2006 16:51 WIB
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi geram dengan dimuatnya sejumlah karikatur Nabi Muhammad di sebuah koran terkemuka Denmark.Sebagai bentuk protes atas pemuatan karikatur itu, pemerintah menarik Duta Besar Saudi untuk Denmark, Ibrahim Al-Hejailan. Dia telah ditempatkan di Denmark sejak Maret 2003.Sebenarnya gambar bermasalah itu diterbitkan oleh surat kabar Jyllands-Posten pada 30 September 2005. Namun kemarahan warga Saudi masih belum juga reda.Bahkan di luar mal-mal di pusat kota Riyadh, terlihat spanduk-spanduk bertuliskan: "Salam, kalian hendaknya berhenti membeli produk makanan asal Denmark karena orang-orang Denmark menghina nabi kita".Jyllands-Posten menampilkan 12 gambar karikatur Muhammad. Salah satunya memperlihatkan Nabi Muhammad memakai sorban yang berbentuk seperti bom. Gambar lainnya menampilkan Muhammad yang berjanggut dan memegang sebilah pedang.Di Riyadh juga banyak beredar SMS yang menyerukan pemboikotan barang-barang buatan Denmark, seperti keju dan kosmetik. "Kami mendesak para saudagar untuk berhenti mengimpor semua barang buatan Denmark demi nabi tercinta kita," demikian bunyi salah satu SMS.Bagaimana tanggapan pemerintah Denmark? Menteri Luar Negeri Denmark Per Stig Moeller menyatakan, pemerintahnya tidak bisa ikut campur dalam masalah ini. Koran Jyllands-Posten sendiri telah menolak untuk minta maaf atas dimuatnya karikatur itu. Alasannya, itu semata-mata masalah kebebasan berekspresi."Kami punya kebebasan berbicara di Dernmark dan kami juga punya toleransi untuk agama lain," ujar Moeller seperti diberitakan Associated Press, Jumat (27/1/2006).Bahkan dalam sebuah wawancara televisi, petinggi Denmark itu mencetuskan, "Seperti halnya kami menghormati negara-negara Arab, negara Arab juga harus menghormati kami."Begitu pula dengan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen. Dia menolak desakan untuk mengintervensi masalah ini. Alasannya, pemerintah tidak punya kekuasaan atas media. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads