Sidang Kasus Suap Pinangki

Dokter Pribadi Ungkap Alasan Pinangki Biayai Staf Kejaksaan Rapid Test

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 14:03 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (21/10/2020). Pinangki tampak berbusana muslim syari.
Pinangki Sirna Malasari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari disebut menghabiskan lebih dari Rp 100 juta dalam 3 bulan untuk urusan kecantikan dan kesehatan. Terdakwa perkara suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra itu juga tak segan membiayai orang-orang yang bekerja padanya menjalani tes terkait virus corona.

Hal itu diungkapkan dokter pribadi Pinangki, dr Olivia Santoso, saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Awalnya Olivia ditanya jaksa terkait pembelian rapid test biosensor dari Korea Selatan pada 11 Mei sebesar Rp 19 juta oleh Pinangki.

"(Tanggal) 11 Mei (pembelian) sebesar Rp 19 juta untuk siapa biosensor made from Korea, 50 strip untuk siapa?" tanya jaksa pada Olivia dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2020).

"Biasanya Ibu (Pinangki) beli untuk satu keluarga di rumah Pakubuwono, Dharmawangsa, maupun Sentul, atau orang kejaksaan, staf-staf," jawab Olivia.

Olivia mengaku tahu bila pembelian itu untuk staf kejaksaan karena mendapatkan cerita langsung dari Pinangki. Namun perihal siapa saja orang-orang itu Olivia tidak tahu pasti.

"Bilangnya staf kejaksaan yang interaksi dengan ibu, karena maunya (Pinangki) yang interaksi sama terdakwa adalah orang yang bersih," ucap Olivia.

Olivia juga mengatakan staf kejaksaan atau teman-teman Pinangki beberapa kali dibiayai rapid test dan suntik vitamin. Ada sekitar 10 orang, satu orang seharga Rp 700 ribu dan itu dibiayai oleh Pinangki.

"Bisa sampai 10 (orang) Pak, biasanya suntik vitamin plus rapid test," kata Olivia.

Untuk diketahui, dalam kasus ini Pinangki didakwa menerima suap dari Djoko Tjandra serta tindak pidana pencucian uang. Dia disebut jaksa menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Djoko Tjandra. Jaksa menyatakan, pada 2019-2020, Pinangki menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Pinangki juga disebut jaksa menyamarkan asal-usul uang korupsi dengan membeli sejumlah kendaraan sekaligus melakukan operasi kecantikan. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah BMW X-5, yang harganya Rp 1,7 miliar.

(zap/dhn)