Bertolak ke NTT, Kepala BNPB Cek Erupsi Gunung Ili Lewotolok

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 12:14 WIB
BNPB
Foto: dok. BNPB
Jakarta -

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bertolak ke Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangannya untuk mengecek kondisi Gunung Ili Lewotolok menjadi Level III atau 'Siaga' ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu (29/11).

Menurut Doni, daerah yang tertimpa musibah bencana alam memiliki ancaman ganda, yakni bencana alam dan non-alam (pandemi). Oleh karena itu, dalam setiap usaha tanggap darurat atau tanggap bencana, protokol kesehatan harus masuk dalam prosedur tetap kegiatan.

"Prinsipnya, keselamatan rakyat nomor satu. Selamat dari bencana gunung berapi, dan selamat dari paparan COVID-19," ujar Doni dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2020).

Kunjungan Doni sesuai arahan Presiden Jokowi agar BNPB terus mencermati perkembangan erupsi Gunung Ili Lewotolok. Ia mengatakan Presiden Jokowi berpesan untuk tetap tabah dan sabar menghadapi musibah. Tidak melupakan protokol kesehatan, serta ikuti arahan petugas kebencanaan demi keselamatan bersama.

Pagi ini, sejumlah lokasi ditinjau oleh Kepala BNPB Doni Monardo bersama deputi serta staf BNPB. Dengan didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi dan Anggota DPR RI Dr M Ali Taher SH M Hum (asal Lamakera NTT), Doni Monardo menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Lembata, NTT, khususnya para korban letusan Gunung Ili Lewotolok.

"Pak Doni sejak Senin berkegiatan di Istana Merdeka dan sejumlah aktivitas terkait kebencanaan lain, termasuk penanganan COVID-19. Tadi tengah malam kami mendarat di Kupang dan hari ini, beliau tiba di Larantuka lanjut ke Lembata dengan helikopter. Ini komitmen hadirnya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah," ujar Staf Khusus Kepala BNPB, Egy Massadiah.

"Concern Pak Doni, selain tersedianya fasilitas pengungsian yang memadai, juga dibarengi ketersediaan sarana mencuci tangan pakai sabun, ketersediaan masker, dan tempat pengungsian yang berjarak antara satu dan lainnya," kata Egy.

Egy melanjutkan kehadiran pemerintah pusat serta bantuan yang diberikan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat pengungsi. BNPB juga menempatkan dua buah helikopter, salah satunya jenis Chinook untuk mendukung penyaluran bantuan ke lokasi pengungsi.

Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, erupsi masih terus terjadi, dan dimungkinkan akan terjadi erupsi susulan. Pada hari Senin (30/11), Gunung Api Ili Lewotolok kembali erupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi 700 meter dari puncak (2.123 mdpl).

Erupsi tersebut terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum 24 milimeter selama kurang lebih 2 menit 25 detik. "Kita berharap intensitas erupsi susulan berangsur-angsur menurun, tanpa mengurangi kewaspadaan," imbuh Egy.

Usai dari NTT, Doni Monardo dijadwalkan akan langsung bertandang ke Lumajang, Jawa Timur untuk meninjau area terdampak lava Gunung Semeru.

(prf/ega)