Xanana Bantah Dukung Laporan KKR
Jumat, 27 Jan 2006 15:58 WIB
Jakarta - Presiden Timor Leste Xanana Gusmao membantah memberikan dukungan atas laporan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang dibentuk di negaranya. Sebab komisi tersebut hanya lembaga nonpemerintah. Sehingga pemerintah Timor Leste tidak serta-merta mendukung laporan tersebut."Bahkan terhadap rekomendasi yang disampaikan sangat jelas, Xanana berpendapat Komisi Kebenaran Persahabatan (KKP) yang dibentuk antara RI dengan Timor Leste merupakan forum yang sah menyelesaikan beban sejarah masa lalu," ungkap Menlu Hassan Wirajuda.Hassan mengungkapkan hal itu dalam media briefing di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (27/1/2006).Pemerintah Indonesia sendiri, imbuh Hassan, tidak berkepentingan menanggapi substansi laporan tersebut. "Itu kan versi mereka," cetusnya.Menurut Hassan, Xanana dan Presiden SBY belum sempat bertemu untuk membahas masalah itu. Hingga kini jadwal pertemuan masih dijadwal ulang. "Bahkan mungkin kedua presiden berbicara melalui telepon," katanya.Dia juga menjelaskan, dalam pertemuan antara Xanana dengan SBY di sela peringatan setahun tsunami pada 25 Desember 2005, masalah ini sudah dibahas.Xanana memang menyebutkan akan ke PBB. Tapi itu dilakukan karena kewajiban hukum yang berlaku di negaranya yang berkepentingan untuk melaporkan hal ini ke Dewan Keamanan PBB.Karena itu, menurut Hassan, Xanana beranggapan laporan itu tidak serta-merta bakal disetujui pemerintahnya. "Jadi tidak perlu ada keraguan terhadap sikap Timor Leste yang akan menyelesaikan masalah ini melalui KKP," katanya.Penegasan ini juga disampaikan Xanana dalam sidang DK PBB. Namun digelarnya sidang itu bukan karena laporan KKR, tapi karena pemerintah Timor Leste melaporkan persiapan pemilu dua tahun mendatang. "Jadi jangan salah tafsir sidang PBB semata-mata karena laporan komisi," katanya.
(umi/)











































