BNSP Percepat Penyiapan SDM Pariwisata Berstandar ASEAN

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 00:03 WIB
BNSP
Foto: BNSP
Jakarta -

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar Harmonisasi Mekanisme Kerja ASEAN Tourism Professional Registration System (ATPRS). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas dan kuantitas pelaku pariwisata profesional (tourism professional) yang memiliki standar ASEAN.

Ketua BNSP Kunjung Masehat mengatakan, sejak 2015, tourism professional menjadi salah satu dari 8 bidang yang disepakati untuk masuk ke Mutual Recognition Arrangement (MRA) atau perjanjian saling pengakuan di tingkat ASEAN. Namun hingga kini, perkembangannya berjalan lambat.

"Diharapkan pertemuan hari ini dapat memberi manfaat kepada kita semua dan membangun sinergi sesuai kapasitas dan peran masing-masing untuk membangun SDM unggul, terutama SDM Pariwisata Indonesia yang diakui di ASEAN," kata Kunjung. "Dengan forum ini, sebenarnya kita mau melihat harmonisasi kesisteman antar lembaga. Kemudian kira-kira apa yang mesti kita siapkan. Kalau kita udah siap, maka akan mempermudah kita untuk melakukan penyetaraan di tingkat ASEAN," ujar Kunjung Masehat, Selasa (1/12/2020).

BNSP yang diberi peran sebagai lembaga Tourism Professional Certification Board (TPCB), ingin membantu percepatan implementasi ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP) di Indonesia dengan meningkatkan koordinasi antar lembaga dan memperkuat fungsi dari para stakeholder terkait, serta mengharmonisasikan mekanisme kerjanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnu Bawa Tarunajaya, mengatakan, salah satu komponen penting untuk mendukung kesepakatan MRA-TP adalah keberadaan ATPRS.

Menurut Wisnu, ATPRS merupakan terobosan positif yang sudah lama ditunggu oleh para pelaku/pekerja pariwisata.

"Program ATPRS ini bagus sekali dan kita dukung bersama. Jika ada masukan dan ide-ide, silakan. Kami menerima dengan terbuka," katanya.

Menurutnya para pelaku pariwisata dapat mendaftarkan diri mereka, pada website tersebut dengan menampilkan profile, kualifikasi dan pengalaman yang telah dijalani.

"Website ini juga berisikan MRA matterials seperti toolboxers dan informasi yang berkaitan dengan standar kompetensi," ujar Wisnu.

ATPRS merupakan sebuah website yang didisain khusus sebagai wadah informasi mengenai detail para pelaku/pekerja pariwisata yang tersertifikasi ASEAN Tourism Professional (ATPs).

Diungkapkan Wisnu, saat ini data ATPRS baru mencapai 4.570 orang. Rinciannya berasal dari Filipina seabnyak 3.492 orang, Indonesia (426), Thailand (153), Kamboja (38), Malaysia (23), dan Myanmar (22). Menurutnya, Jobs advertisement pada sistem juga masih begitu minim.

Hadir pada acara ini perwakilan dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Perwakilan dari Kemnaker, Perwakilan dari Kemdikbud, Asosiasi PHRI dan ASITA, Ketua NTPB, dan 26 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

(ega/mpr)