Vaksinolog: Orang yang Divaksinasi Tidak Mungkin Alami COVID-19 Berat

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:18 WIB
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO
Foto: BBC World
Jakarta -

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan vaksin merupakan instrumen penting dalam pengendalian pandemi. Menurutnya, secara umum vaksin dapat menstimulasi imunitas tubuh hingga mendapat kekebalan terhadap suatu penyakit menular.

"Vaksin akan membentuk kekebalan jangka panjang yang biasanya didapat secara alami setelah penyembuhan penyakit infeksi," ujarnya dalam Talkshow virtual 'Kebaikan Vaksin Pulihkan Indonesia' di detikcom, Selasa (1/12/2020).

Dia menuturkan vaksin secara umum juga memiliki dua jenis proteksi. Pertama vaksin yang ideal yakni dapat mencegah penyakit infeksi yang ditularkan oleh orang lain.

"Yang kedua, vaksin walaupun sudah divaksinasi, seseorang masih bisa tertular, masih bisa menularkan. Tetapi dia tidak terkena penyakit yang berat, nah dari perkembangan sampai saat ini, kandidat vaksin COVID-19 ini lebih cenderung ke nomor dua," ungkapnya.

"Artinya orang masih bisa terinfeksi, orang masih bisa menularkan, tetapi orang yang divaksinasi tidak mungkin mengalami COVID-19 yang berat," tegasnya.

Oleh karenanya, dr. Dirga mengimbau masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu atau dua hari. Yang penting, kata dia, manfaat dari vaksin.

"Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar dari efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja," jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad yang juga Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Unpad Prof. Kusnandi Rusmil juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tepat. Menurutnya, keberadaan vaksin juga harus dibarengi dengan kedisiplinan 3M masyarakat.

"Karena virus itu akan ada di badan kita di muka kita di baju kita, sehingga kita tetap harus physical distancing dan kemudian cuci tangan, agar kita bisa menjaga anak-anak, cucu cucu hingga keluarga kita. Jadi ikutilah protokol kesehatan supaya keluarga selamat. Karena sudah banyak korban, bukan sedikit dalam 11 bulan itu," pungkasnya.

(prf/ega)