8 Jamaah Terkena Cacar, Jamaah yang Diduga Meningitis Membaik

8 Jamaah Terkena Cacar, Jamaah yang Diduga Meningitis Membaik

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2006 15:17 WIB
Madinah - Tim Kesehatan Daker di Daker Madinah berjibaku untuk menangani penyakit menular yang dialami jamaah haji Indonesia. Saat ini, ada 8 jamaah haji yang terkena cacar air. Sementara dari dua jamaah yang diduga terkena meningitis, seorang meninggal dan seorang lainnya membaik.Delapan jamaah haji yang terserang cacar air itu terdiri 6 pria dan 2 perempuan. Mereka berasal dari kloter 11 BDJ (Banjarmasin). Untuk mencegah penularan, Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) telah melokalisir jamaah satu kloter, Kamis (26/1/2006) kemarin. "Pencegahan, amat perlu segera dilakukan," ungkap Wakil Kepala Daker Madinah Bidang Pelayanan Kesehatan, Dr. H. Anasrul S. Rahman. Menurut Anasrul, virus itu kemungkinan menyerang jamaah saat masih berada di Makkah dan Arafah-Mina. Seseorang yang terserang cacar air mengalami gejala, seperti suhu badan meningkat, timbul bercak-bercak merah dan gelembung-gelembung air, utamanya di bagian muka. "Apabila tidak segera ditangani, virus-virus cacar air dapat menular pada orang lain dengan mudah," ungkap Anasrul. Penanganan yang dilakukan Tim Kesehatan Daker Madinah adalah dengan memisahkan jamaah penderita cacar air dengan jamaah satu kloter yang masih sehat. Jamaah yang terkena cacar air ditempatkan dalam satu lokasi. Bagi jamaah yang terkena cacar air terus diobati secara intensif di bawah pengawasan dokter kloter. Bagi jamaah yang belum terkena penyakit itu, diberikan suplemen dan vitamin, serta dianjurkan makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh meningkat dan tidak mudah terserang virus tersebut.Jamaah yang Diduga Meningitis Sementara itu, satu dari dua jamaah haji Indonesia yang diduga terserang meningitis meninggal dunia pada Rabu (24/1/2006). Jamaah yang bernama Ngadini bin Salipan (72) dari kloter 39 SOC ini meninggal dunia di RS King Fahd diduga karena serangan meningitis yang telah terkomplikasi dengan penyakit paru-paru yang dideritanya. Jenazah Ngadini sudah dimakamkan di Pemakaman Baqi. Sedangkan kesehatan satu jamaah lainnya yang juga diduga terkena meningitis, Titin (38) asal kloter 39 SOC, tampak membaik. Titin yang saat ini masih dirawat di RS King Fahd ini sudah bisa diajak berkomunikasi. Lantas apakah keduanya sudah positif terserang meningitis? Belum pasti. Kepala Seksi Sansur H Tri Hernowo, SKM, MKES saat dihubungi, hingga saat ini, Jumat (26/1/2006), hasil pemeriksaan laboratorium terhadap keduanya belum keluar. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads